Sedang bukan ingin membicarakan kebebasan yang gimana-gimana. Just have been thinking lately (well, not exactly "lately", but lately I think about it MORE), kenapa manusia "menciptakan" begitu banyak pemisah di antara mereka? Saya menyebut manusia disini sebagai "pencipta" keadaan tersebut, karna saya yakin bukan Tuhan lah yang menginginkan ini pada awalnya.
Kenapa untuk menyatukan 2 orang saja, harus melihat:
- agamanya apa
- status sosialnya gimana
- dari keluarga seperti apa
- suku/rasnya apa
- umurnya berapa
daaannn masih banyak lagii
Selain bahwa Tuhan menciptakan manusia berbeda, laki-laki - perempuan, saya tidak percaya dia menginginkan kita membatasi diri dengan perbedaan lainnya
Wednesday, August 3, 2011
Monday, August 1, 2011
Galau moment #1
Lagi baca tweet2 adek kelas (masi pada kuliah) yang rame2 janjian makan siang, tiba2 saya jadi galau.. Iri rasanya, plus kangen dengan masa-masa itu. Masa-masa dimana setiap hari bukanlah rutinitas, melainkan hal-hal seru yang ga direncanain.
"Ntar abis kuliah jalan2 yuk?"
"Kita mo kuliner kemana hari ini?"
"Ngantuukk.. tidur di himp yok"
"Gada dosen? asekk.. jalan kmana jadinya?"
"Nomat yookkk... karaoke yookk"
"Ciater? Lembang? Punclut?"
dan masih banyaaakk contoh lainnya.
Gak perlu bingung makan siang mo sama sapa aja, dijabanin. Temen sepantaran, sepermainan, banyak.
Ahh.. quote yang BENER banget tuh,
mahasiswa : ada waktu, gada duit
orang kantoran : ada duit, gada waktu "-_-
*ini bukannya ga bersyukur loh,, saya cuma lagi kangen dengan masa2 itu :')
"Ntar abis kuliah jalan2 yuk?"
"Kita mo kuliner kemana hari ini?"
"Ngantuukk.. tidur di himp yok"
"Gada dosen? asekk.. jalan kmana jadinya?"
"Nomat yookkk... karaoke yookk"
"Ciater? Lembang? Punclut?"
dan masih banyaaakk contoh lainnya.
Gak perlu bingung makan siang mo sama sapa aja, dijabanin. Temen sepantaran, sepermainan, banyak.
Ahh.. quote yang BENER banget tuh,
mahasiswa : ada waktu, gada duit
orang kantoran : ada duit, gada waktu "-_-
*ini bukannya ga bersyukur loh,, saya cuma lagi kangen dengan masa2 itu :')
Name it
Sudah lama saya ngga nulis2 di blog ini.. Bukan karna gimana-gimana. Sebenernya beberapa kali saya udah nulis panjang lebar, tapi tiba2 moodnya ilang ditelan angin gitu aja. Jadilah saya cancel. Dan begitu terus sampai postingan2 selanjutnya.
First of all, saya merasa waktu itu jalannya cepet banget. Ngga kerasa saya udah setahun lebih dikit berada di perusahaan tempat saya bekerja (walaupun 5 bulan smpet vakum nungguin di-hire permanen). Tapi ya intinya saya udah mengenal tempat ini selama stahun. Trus saya jadi inget, udah staun juga sejak ulang tahun saya (yang deketan dengan waktu wisuda saya). Phew! see? time runs sooo fast! Mungkin ngga akan terasa segitu cepetnya kalau saya ngga ada kegiatan (seperti masa-masa saya jadi pengangguran). Mm...
Second of all, akhir-akhir ini saya sering mikir, apakah saya sudah cukup menjadi sahabat/saudara/anak yang baik untuk orang2 di sekitar saya? *tsahh dalemm*
Saya sadar kadang baik dan bodoh itu bedanya tipiiisss... Kita boleh baik, tapi jangan sampe dibodohin orang. Atau dimanfaatkan, atau apapun namanya itu. Maka dari itu kadang ketika ingin bertindak sesuai dengan naluri saya, otak pun ikut bekerja. Tidak semua keinginan orang lain akan saya penuhi, ya karna itu tadi. Saya tidak ingin dimanfaatkan, dibodohin. Dan ketika itu terjadi, sesaat sesudahnya saya akan menyesal dan mikir, "kok gue segitunya ya? jahat ya? "
Ketiga, tentang tidur. Saya baru sadar kalo selama apapun saya tidur, saya tetep bakal ngantuk waktu bangun. Dan itu menyebalkan "-_- Hal lain yang berhubungan dengan tidur ini. saya sadar kalo saya mengidap sleep disorder, yaitu bruxism. (ini setelah saya googling namanya). Jadi dulu kalau tidur dengan emak (baca: nenek) saya, beliau slalu bilang kalo saya suka bunyi2in gigi. Gatau gimana jelasnya suaranya, yang jelas menggesek2an gigi atas dan gigi bawah, dan suaranya lumayan keras. Saya sih mikirnya biasa aja. Dan baru2 ini kakak saya juga bilang hal yang sama. Padahal saya tidur di kamar yang terpisah dengan dia (tapi pintu emang dibuka sih..). Baru lah saya cari di internet, dan namanya adalah bruxism
Tapi di artikel-artikel tersebut, bruxism yang parah sampai mengakibatkan gigi rusak bahkan gusi berdarah, gigi tanggal, dan sbagainya. Untungnya dalam kasus saya sih ga sampai segitunya.. Dan saya baca juga, penyebab bruxism ini antara lain adalah STRESS. Wew, apa iya sbnernya saya ini lagi stress yah... *mikir*
Kayaknya sgitu aja yang pengen saya tulis untuk saat ini.. Smoga nanti semangat menulis itu datang kembali :)
First of all, saya merasa waktu itu jalannya cepet banget. Ngga kerasa saya udah setahun lebih dikit berada di perusahaan tempat saya bekerja (walaupun 5 bulan smpet vakum nungguin di-hire permanen). Tapi ya intinya saya udah mengenal tempat ini selama stahun. Trus saya jadi inget, udah staun juga sejak ulang tahun saya (yang deketan dengan waktu wisuda saya). Phew! see? time runs sooo fast! Mungkin ngga akan terasa segitu cepetnya kalau saya ngga ada kegiatan (seperti masa-masa saya jadi pengangguran). Mm...
Second of all, akhir-akhir ini saya sering mikir, apakah saya sudah cukup menjadi sahabat/saudara/anak yang baik untuk orang2 di sekitar saya? *tsahh dalemm*
Saya sadar kadang baik dan bodoh itu bedanya tipiiisss... Kita boleh baik, tapi jangan sampe dibodohin orang. Atau dimanfaatkan, atau apapun namanya itu. Maka dari itu kadang ketika ingin bertindak sesuai dengan naluri saya, otak pun ikut bekerja. Tidak semua keinginan orang lain akan saya penuhi, ya karna itu tadi. Saya tidak ingin dimanfaatkan, dibodohin. Dan ketika itu terjadi, sesaat sesudahnya saya akan menyesal dan mikir, "kok gue segitunya ya? jahat ya? "
Ketiga, tentang tidur. Saya baru sadar kalo selama apapun saya tidur, saya tetep bakal ngantuk waktu bangun. Dan itu menyebalkan "-_- Hal lain yang berhubungan dengan tidur ini. saya sadar kalo saya mengidap sleep disorder, yaitu bruxism. (ini setelah saya googling namanya). Jadi dulu kalau tidur dengan emak (baca: nenek) saya, beliau slalu bilang kalo saya suka bunyi2in gigi. Gatau gimana jelasnya suaranya, yang jelas menggesek2an gigi atas dan gigi bawah, dan suaranya lumayan keras. Saya sih mikirnya biasa aja. Dan baru2 ini kakak saya juga bilang hal yang sama. Padahal saya tidur di kamar yang terpisah dengan dia (tapi pintu emang dibuka sih..). Baru lah saya cari di internet, dan namanya adalah bruxism
Tapi di artikel-artikel tersebut, bruxism yang parah sampai mengakibatkan gigi rusak bahkan gusi berdarah, gigi tanggal, dan sbagainya. Untungnya dalam kasus saya sih ga sampai segitunya.. Dan saya baca juga, penyebab bruxism ini antara lain adalah STRESS. Wew, apa iya sbnernya saya ini lagi stress yah... *mikir*
Kayaknya sgitu aja yang pengen saya tulis untuk saat ini.. Smoga nanti semangat menulis itu datang kembali :)
Subscribe to:
Posts (Atom)