Sekilas pandang:
Sebenernya rencana jalan2 ke Jepang ini tiba2 muncul pas stahun yang lalu. Entah kenapa tiba2 terbentuklah gank jalan2 ini yang berisikan: saya, Fitri, Iyut, Xtin, Nau, Aboet, dan Rexy. Oh iya, sebenernya di awal2, Rexy juga ikutan plan ini. Tapi sempetdipostpone karna doi mau lebih fokus ke TA+sidangnya. Dan pas dia udah sukses menjalani smua itu, hari H ke Jepang udah makin deket, jadilah dia ngga jadi ikutan (but hopefully our plan in November 2012 will be succeeded juga ya Rex! :D)
Jadilah, ketika hari H semakin dekat, rencana kami pun sedikit demi sedikit makin matang. Kami book hostel, bus malam, urus paspor, visa Jepang (yang bener2 ribet minta ampun buat saya), dan lain2nya sampailah liburan ini benar2 tereksekusi (masih ngga percaya :'))
Hari 1:
Kami berkumpul di terminal 3 Bandara Soe-ta pukul 6 pagi. Pesawat berangkat pukul 8.30. Pagi2 itu kami sempet2in foto2, sarapan dulu di Bakmi GM, dan ktawa ktiwi haha hihi gak jelas. Masi deg2an, ini beneran bisa brangkat ngga ya? Jangan2 nanti visa/paspor saya ketahan di imigrasi. Tapi untungnya smuanya lancar, dan kami brangkat ke Kuala Lumpur. Sesampainya di KL dengan perjalanan 2 jam, kami makan dulu di Old Town cafe, mencicipi nasi lemaknya yang kliatannya biasa aja tapi super enak.Selesai checkin+makan, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan dari KL-Tokyo.
Sesampainya di bandara Haneda Tokyo, waktu sudah menunjukan pukul 10 waktu setempat, jadilah kami memutuskan untuk menginap saja di bandara. 1 hal yang unik ketika sampai disana, toilet orang Jepang. Jadi, di toiletnya itu ada beberapa tombol: tombol water splash untuk habis BAB, habis BAK, ada juga tombol STOP, tombol Pengering, dan tombol suara flush. Bukan flush loh ya, jadi cuma suaranya aja, supaya orang di luar ngga denger suara kita BAB. Ahahaha... berharap ada hal sperti itu d toilet Indonesia.
Lanjut, jadilah kami tidur di bangku2 airport Haneda, makan malam bento yang dibeli di Family Mart (semacam Indomartnya Jepang), yang surprisingly enaaak! Biasanya kalo d Indo kalau ada nasi2 yang dijual di minimarket pastinya males beli ya kita.. Eh ini, abis kita minta dipanasin, rasanya enak :') Nasi di Jepang pun puleeen banget. Satu hal yang bakal saya kangenin banget mungkin makan nasi disana.Baru saja menapakkan kaki di Jepang, saya langsung menyetujui pernyataan bahwa orang Jepang susah ngomong bahasa Inggris. Bahkan di imigrasinya pun. Kalaupun mengerti, mereka seringkali meminta kami untuk berbicara lebih pelan. Hmm.. Oleh karna itu ada baiknya pula kalau ke Jepang, bisa sedikit berbicara Jepang. Minimal Ohayou, Arigatou, Sumimasen, dan printilan percakapan lainnya.
Perjalanan hari ini masih akan sangat padat. Sesampainya kami di hostel, receptionist cantik bernama Saori bilang kalau kami baru bisa check in mulai jam 3 sore. Ah, sedihnya saya saat itu. Ingin rasanya mandi, tapi apa daya.. Oh iya, di hostel tersebut juga ada seorang laki2 ganteng nan stylish bernama Yoshi. Ternyata dia bekerja di hostel tersebut untuk bersih2 dan sbagainya, juga bekerja sebagai smacam tukang becak di Asakusa. Becak disini bukan sperti di Indonesia. Becaknya agak sdikit elit (yang ditarik dari depan). Dan ternyata bukan seorang Yoshi saja yang kami temukan sbagai tukang becak ganteng, masi ada teman2 lainnya yang kami lihat di jalanan dan berwajah bak artis serial tv "-__- Intinya, di Jepang ini kami cucii mataaaa spuas2nya. Bukan hal langka untuk menemukan muka2 artis yang seliweran di kereta, stasiun, maupun di jalan2 umum.Oh iya, di hari kedua ini kami jalan2 ke temple, harajuku (dan yap, orang2 berdandan super aneh disini, tapi tetap terlihat keren dan gak norak. Kalo pendapat pribadi saya, kamu ga akan pernah kelihatan berlebihan dalam berdandan maupun berpakaian di Jepang), shibuya (Hachiko statue T_T), jajan, muter2 sampai badan ini gempor segempor2nya.
Hari 3: Hari ke-3 jauuh lebih mendingan untuk badan saya. Karna kami akhirnya beneran tidur di tempat yang selayaknya, kamar tidur. Hari ini kami sudah menjadwalkan diri untuk jalan ke Kawaguchiko Lake, di kaki gunung Fuji. Sudah diantisipasi kalau suhunya bakal sangaaattt dingiiinnn. Dan yap, benar! Suhu mencapai 5 derajat celcius, dan itu sempet bikin kepala saya pusing untuk sementara. Kami check out dari hostel, foto2 dulu dengan Saori (walaupun tidak sempat mengucapkan perpisahan ke Yoshi, huhu), dan berangkat ke Kawaguchiko. Disana melihat pemandangan yang sangat indah dengan cable car, foto2 (seperti biasa), hunting souvenir untuk dibawa ke Indonesia, dan saya+Christine mencoba ke onsen a.k.a pemandian air panas ala Jepang. Berhubung waktunya sangat sempit, saya buru2 di onsen, *yang penting sudah tau dalamnya*. Onsen ini harganya 1000 yen per orang, ditambah 300yen untuk sewa handuk besar, 100 yen untuk loker. Agak kesulitan juga awalnya untuk berkomunikasi. Tapi akhirnya kami berkesempatan untuk berendam air panas di cuaca yang sangat dingin.. Tempatnya agak sedikit lebih modern dari yang saya bayangkan, tapi tetap khas Jepang. Dengan tempat bilasnya yang dilakukan sambil duduk, dan banyak fasilitas lainnya juga di dalam (sauna, kamar dandan, dll).Belum lagi untuk mandinya, disiapkan 1 set lengkap shampoo-conditioner-sabun bermerk Shiseido. Ingin rasanya saya bawa pulang perlengkapan mandi itu *mental orang Indo*.
Sepulang kami dari Kawaguchiko, lalu langsung menuju ke terminal bus yang akn membawa kami ke Kyoto. Perjalanan memakai bus berlangsung selama 8 jam, dan yap.. kali ini kami akan menghabiskan malam di dalam bus.
Hari 4: Kalau kamu ke Jepang nantinya, jangan cuma pergi ke salah 1 tempat saja. Kira2 itu yang akan saya sarankan ke orang lain. Karna menurut saya Jepang tidak bisa didefiniskan dari 1 tempat saja. Seperti misalnya, Tokyo dan Kyoto itu sangat berbeda dan unik satu sama lain. Kalau Tokyo lebih berupa kota besar yang modern dan sibuk, Kyoto jauh lebih "exotic in its way". Bayangkan jalanan yang kecil namun di sisi kanan kirinya banyak terdapat toko2 dan rumah kecil bertuliskan spanduk2 dalam bahasa Jepang. Geisha berlalu lalang dengan dandanan yang sangat cantik (yap, kami yang cewe2 pun kesengsem). Anak2 skolahan berlalu lalang dengan seragam yang "komik" banget. Dan memang Kyoto ini khas dengan legenda "samurai"nya. Jadi, unik deh pokoknya. Saya suka dengan toko2 di skitar jalan menuju ke temple disini. Banyak souvenir dengan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan dengan Tokyo. Namun lebih beraneka ragam. Oh iya, Kit Kat dengan berbagai macam rasa (green tea, kayu manis, dll) pun benar2 hanya dapat didapatkan di Kyoto. Walopun memang waktu kami ke sana, lagi ujan rintik2 gitu cuacanya. Hadeuhhhh dinginnya maakk... Tapi dingin2 gitu, kliatan banyak toko jualan es krim, tetep aja dibeli. Memang di sini spertinya sangat khas dengan green teanya, maka kami pun memesan eskrim green tea vanilla dan donut with soy milk untuk camilan di kala hujan. Dan.. itu.. rasanya.. heaven banget "-__- Parah enaknyaa!!
Puas berjalan2 di Kyoto, kami tidak menunggu lama untuk akhirnya berangkat ke Osaka menggunakan Shinkansen! Perjalanan Kyoto-Osaka dengan jalur normal (menggunakan mobil) mungkin memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Yang mana dengan menggunakan Shinkansen cukup 13 menit saja. Kalo ngga salah harga tiketnya sekitar 100ribuan (hampir 200rb rupiah). Dan yang baru saya ketahui dari orang2 kalau ternyata Shinkansen itu bagian bawahnya tidak benar2 meyentuh rel, alias agak2 ngawang gitu. Pantesan rasanya "smooth" banget kayak bukan kereta. Kalau bagian dalamnya sih.. ya mirip2 dalemnya pesawat terbang gitu kira2.
Setibanya kami di Osaka, langsung mencari hostel yang akan kami inapi.. dan ya, cukup dekat dengan salah satu stasiun pemberhentian kami. Yang agak2 menyulitkan selama perjalanan itu, mungkin saat menetukan rute dari suatu tempat ke tempat lain. Mau ambil kereta dengan jalur yang mana, beli tiket yang harga berapa. Salah satu contoh kejadian saat itu adalah, kami kebingungan mau memakai kereta yang mana. Pada akhirnya kami membeli tiket seharga 320 yen (yang sebenarnya cukup mahal, karna biasanya untuk 1 perjalanan kami rata2 membeli tiket seharga 170 yen saja). Pada saat kami keluar dari stasiun (memasukan tiket ke dalam mesin) tiket yang kami masukan tidak keluar lagi. Padahal semestinya kalau nilai tiket itu belum habis, tiket itu akan keluar lagi dari mesinnya. Heuh.. Mungkin kalau kami memasukan tiket dengan nilai lebih rendah, tetap akan diterima juga (mungkin). Hehe.. ya itung2 sumbangan deh :p
Sampai di hostel ternyata sudah cukup malam (kalau tidak salah jam 7 atau jam 8 malam), dan itinerary kami pada awalnya yaitu sesampai di hostel-mandi2-jalan lagi. Ternyata sampai di hostel, sedang diadakan acara international party. Smacam itulah. Jadi di hostel tempat kami menginap, yaitu di J-Hoppers, setiap harinya dalam sminggu diadakan berbagai kegiatan. Ada jalan2 kuliner di Osaka, ada belajar memakai Yukata, ada belajar Origami, dan salah satunya adalah international party ini. Lumayanlah minum2 sake gratis dan ngobrol2 dikit dengan orang Osaka aslinya :p
Ternyataa.. saya mulai tau apa keistimewaan Osaka dibanding kota lainnya.
1) Kulinernya memang terkenal
Hari 5: Hari terakhir, hari ini pula kami akan pulang ke Jakarta. Tapi sebelumnya kami menyempatkan diri dulu jalan2 ke Osaka Castle (yang mana beruntung skali kami ke sana dan dapat menikmati Cherry Blossom!!). Setelah itu kami jalan ke Shinsaibashi, tempat berbelanja yang sangat ramai dan populer di Osaka. Dan disana juga saya melihat cowo yang gantengnya keterlaluan "-_- (kalo diinget2 lagi masi ga percaya. Seperti ngeliat artis Jepang di depan mata saya *lebay). Di Shinsaibashi ini kami ber6 jalan terpisah, dan janjian akan bertemu kembali di satu tempat pada waktu yang ditentukan. Saya dan Fitri jalan2 sendiri, foto2, dan jajan teruuusss. Kami beli kue2 kecil (yang agak2 mirip pukis tapi versi Jepang) seharga 300 yen isi 5 biji, jajan kepiting salju yang isinya cuma 2 jarinya kepiting ukuran besar sharga 500yen, dan ayam goreng tepung dikasi bumbu sharga 250 yen. Kenyaang! Ngga salah lagi2 Osaka disebut sbagai kota kuliner :D
Sebelum pulang kami juga menyempatkan diri ke Universal studio, dan membeli oleh2 terakhir di Jepang. Saya membelikan mama saya cardigan (yang gatau deh beliau suka ato ngga, habisan bingung mau beliin apa yang made in Japan), kakak saya dibelikan penutup mata untuk tidur dengan gambar mata tokoh anime "Reborn!" Benda2 di sana harganya agak2 ga pantes kalo dibandingin dengan di Indonesia. Tapi selama ada tulisan "made in Japan", kita smua jadi maklum :p
Finally, kami berangkat ke airport Kansai, transit di Kuala Lumpur (lagi) dan sampai di Jakarta!
Overall saya sangat puas dengan jalan2 kali ini.
1. Teman2 yang ikut sama2 mau repot (terutama Abut yang bener2 ngurusin itinerary dan time keeping),
2. Temen2nya juga asik2, ngga ada yang ribut slama perjalanan (ya iyalah mau ribut apa juga wong cuma 4 hari akakaka ). Yang ada malah ribut ketawa2+bcanda mulu selama perjalanan. Mungkin dikiranya orang Jepang, ini turis dari mana sih.
3. Japan is just awesoome! Mungkin banyak yang bilang 4 hari tu singkat banget buat muter2 di Japan. Well, yes it is. Tapi ada enaknya juga karna jadinya kita bener2 manfaatin waktu sebisanya. Dan alasan lainnya, kami jadi bisa lebih menghemat pengeluaran disana :D
Selain itu, walaupun kesannya orang Jepang itu disiplin+kaku+serius (karena emang kayaknya cuma qta2 ini yg jalan2 sambil haha hihi ga jelas), tapi mereka sangat2 tuntas dalam memberi bantuan. Contoh nih, waktu di Shibuya kita sempet minta tolong seorang wanita *tsaelah* untuk menunjukan jalan ke Loft (salah 1 dep store dsana). Karna dia agak2 susah ngejelasin dalam bhs Inggris, akhirnya dia bilang,”follow me”, dan kita ngikutin dia jalan ke arah yg berlawanan dengan arah yg dia tuju pada awalnya, dan itu cukup jaauh loh untuk skedar nunjukin jalan (dan dia juga pakai high heels saat itu). Contoh lain, seorang2 ibu yang ramah saat kami menuju ke Kawaguchiko. Saat itu Abut basa-basi ngomong (tipikal orang Indo, basa basi :p), “ooh. kalo cuaca di Kawaguchiko skarang2 ini gimana ya?” Si ibu2 itu:”hmm.. kmarin sih hujan. Tapi tunggu sebentar (lalu dia terlihat nelpon seseorang).” Ternyata dia nelpon suaminya donk buat nanya cuaca di Kawaguchiko.. hadeuuhh.. Saya pun makin amazed dengan orang2 sana :D
Pengeluaran saya disana:
tiket PP= Rp 1800000 (kurang lebih)
ditambah 44000 yen untuk transport+belanja+akomodasi+makan.
(1 Yen= 114 rupiah)
Yah kira sgitulah..
Can't wait for the next jalan2 ^^



No comments:
Post a Comment