Kemarin saya les bahasa Inggris dan ngebahas tentang adjective gitu deh.
Lalu ngebahas tentang kata "sensitive", yang kalo kata teachernya: "easy to get hurt" or "easy to hurt"
Bahasa Indonesianya, "gampang tersakiti" atau "gampang buat disakitin orang" *apa deh ribet
Intinya, saya pagi ini jadi mikir tentang itu. Ga penting banget ya? Mbok ya mikir tu kerjaan, politik, bisnis, ato apalah buat membangun bangsa *ngeracau
Nah saya mikir, kenapa kita harus jadi sensitive person? Terutama cewe-cewe ye bo. Kalo pacar/pasangannya melakukan ssuatu yang ga sesuai harapan. Atau justru TIDAK melakukan ssuatu yang kita harapkan, trus kita jadi sebel. Hurt. Irritated. Dissapointed.
Yang mana lalu saya pikir lagi, ngapain ya kayak gitu? Why can't I be strong enough to not letting someone hurt me? How? Ya mungkin dengan berpikir, "screw it. I don't care. That's not a big deal. That's your problem, not mine. "
In other words, kalo saya membiarkan diri saya menjadi seseorang yang sensitif dan easy to get hurt, I lose.
Easy to say, huh
No comments:
Post a Comment