Tuesday, March 26, 2013

D-vorce

Kalo ada yang ngefollow saya di Path maupun di Twitter, beberapa saat lalu saya sempat sering mengomentari pemberitaan beberapa artis yang kawin-cerai. Yah, namanya juga artis (katanya), kawin-cerai itu mah biasa..
Ya emang sih.. Tapi yang bikin saya agak surprised adalah yang akhir-akhir ini kawin cerai adalah artis2 yang notabene sudah melangsungkan kehidupan perkawinan selama bertahun-tahun. Ada yang bahkan anaknya sudah remaja.

Terus terang saya sedih kalo membaca pemberitaan seperti itu. Kenapa? Karena hal2 seperti itu jadi membuat saya berpikir.. Apa sebenernya harapan hidup berkeluarga dengan 1 orang yang sama seumur hidup itu semakin kecil?

Ada lagi orang kantor (expatriat) yang kabarnya mau cerai dari istri ketiganya (yea I know) yang beda usianya cukup jauh. Walaupun, sekali lagi, usia perkawinan mereka sudah cukup lama, 10 tahunan. Kalau kata teman saya yang lain, "well, anyway, who can be with the same person for that long?". Gausah diitung sih kata2nya dia, secara, orangnya juga sudah 47 tahun dan masih bujangan. Katanya lagi, "I don't need that. I can be with any chicks any time". *sigh

Tapi, sebenernya, kata2 dia itu ada benernya dikiiit.. Namanya perkawinan itu kan berarti yang sebelumnya lo hidup sendiri (take care of yourself only, be responsible of yourself only, do anything that you like) jadi hidup bersama orang lain. Dan ga bisa yang sekonyong2, "terserah lo, gw sih maunya gini". Mau ngga mau semuanya harus kompromi, menyamakan visi, misi, dll. Dan most of the times ketemunya orang itu lagi. Jujur kalo saya saat ini, masi iya-iya-nggak, kalo memikirkan hidup seperti itu. Bukan ngga mau, saya cuma ngga percaya diri aja. I'm afraid I'll screw it up somehow.

Suatu hari juga saya ngobrol dengan si dia. Saya bilang, kenapa ya orang jaman sekarang lebih mudah give-up on things like that? Orang jaman dulu (sebut saja nenek2 saya), pacaran ngga kayak sekarang (ngapelnya cuma diapelin ke rumah, ngbrol2 dikit), nikah, suaminya ada yang suka judi, ada yang suka marah2, ada yang main tangan, sampai selingkuh juga iya. eh.. tapi awet2 aja loh. Kalo menurut saya sih kalo namanya main tangan atau selingkuh itu udah BIG NO banget sih. Amit2lah smoga ngga sampai yaa...

Kata dia, yah jaman dulu sama jaman sekarang emang beda. Jaman dulu orang masi menganggap kalo cerai itu hal yang cukup taboo. Bagaimana pandangan orang akan seseorang yang bercerai, anaknya hidup di keluarga broken home, dst. Sedangkan sekarang, hal itu sudah cukup lazim, sehingga orang pun menjadi berpikir lebih ke kebahagiaan dirinya daripada harus berkompromi akan suatu hal yang jelas-jelas hanya memperberat hidupnya.

Hemm.. again, banyak hal yang mendasari itu semua. Kadang kita bisa menghibur diri dengan berkata "mungkin dia memang bukan jodoh saya". Mungkin. Mungkin juga diri ini yang kurang paham dengan inti dari "for better for worse, for richer for poorer, in sickness and health, to love, cherish, and to obey, till death do us apart"

No comments:

Post a Comment