Monday, August 11, 2014

Give thanks

Seorang kolega saya beberapa waktu lalu bercerita, tentang perjalanan bisnisnya yang terakhir kali menggunakan penerbangan kelas bisnis. Pada saat itu dirinya yang sedang dalam posisi "tiduran" ingin menegakan kembali badannya, sampai terdengar suara "krek... krek..." yang ternyata adalah, IPAD kesayangannya T___T

Singkat kata IPAD itu kemudian hancur seketika. Sedih? Pastinya... Secara itu bukan benda yang harganya murah, dan banyak hal-hal yang kemudian tidak bisa di"cover" kembali seperti foto dan sebagainya.

Sang pramugari kemudian melihat hal itu dan mengungkapkan rasa sesalnya, sambil menghibur, "kalau di kepercayaan kami, itu berarti anda buang sial. Anda bisa saja mengalami hal yang lebih buruk daripada merusak IPAD anda, namun itu tidak terjadi."

Yang mana hal itu cukup benar. Walaupun memang saya yakin benar tujuan dari "frasa" itu tadinya hanyalah sebatas "penghibur" hati yang kecewa, tapi... ada benarnya juga kan?

Itu yang membuat saya akhir-akhir ini lebih mendalami lagi hidup ini *macem yang bener aja gituh*. Maksudnya, apa lagi sih yang mau kamu keluhkan? Apakah dulu kamu sempat menyangka hidupmu akan seperti sekarang ini? Jujur saja, pasti tidak kan? Pasti yang kamu dapatkan sekarang ini jauh melampaui apa yang "sewajarnya" kamu harapkan di masa yang lalu.

Seperti kemarin ketika pulang kerja dan macet paraahh dari kantor ke apartemen. Sempat memaki berulang-ulang. Yang mana ngga bener2 saya niati, hanya pelampiasan kekesalan saja. Tapi berkali-kali saya menekankan pada diri saya, "masih mending loh. Bersyukur, kamu masih di dalem mobil. Bukan di jalanan, kehujanan, kebanjiran, kedinginan".
Kalau kamu berpikir lebih jauh lagi, di setiap musibah, ada rasa syukur. Bukan hal yang lebih buruk yang terjadi.

Ah, abaikan, mungkin ini pengaruh nonton tayangan "Mario Teguh Golden Ways".
Saya juga sedang mencoba menulis postingan blog dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar ala ala blog mengenai capres masa kini.
Susah juga ternyata ya :p


No comments:

Post a Comment