Friday, October 14, 2011

Angka kembar

Ga penting pisan ini mah,
cuma kebetulan kok hari ini saya nemu dua hal lucu yang berbarengan.

Pertama, page views saya tadi secara kebetulan menunjukan angka ini
Dan facebook friends saya menunjukan angka ini


Nteu penting pisan..
Hehehe... Tapi gak disengaja loh, emg pas kebetulan hari ini liatnya *trus napa* :D

Thursday, October 13, 2011

It is Heart for God Sake

rasanya pengen ngomong gitu ke diri sendiri, ketika suatu ketika saya sedang melakoni yang namanya, ehem.. main hati.
Kalo dulu2 saya mengutuk keras suatu tindakan yang sempat bkin saya sakit hati, kok ya sekarang saya tergoda untuk melakukannya?
Lagi-lagi saya mau bilang, well.. it's so human.

Pernah ngga ngerasa sesuatu kayak gini. Kalo kamu disakitin orang dengan kasus X, kamu sakiiitt setengah mati terus bilang: "It is okay. They're the evil one, not me. I'm so sure God will give them their punishment". Dan kalo kamu sendiri yang melakukan tindakan X tersebut, kamu mulai berpikir, "what is so wrong with that? I'm human too. And I'm sure God knows why I did it". And it becomes totally unfair.

Kalau namanya keras kepala itu, kanan kiri ngomong apa, teteeep aja dilakuin. Even the brain has said so. Your own brain. And heart still wins. It wins, but It also will be the one who gets hurt. And in the end, brain will give the smirk and say, "I told you"

Monday, October 10, 2011

Sutres

Di sore hari ini ntah mengapa saya gabut. Lagi online di facebook sedari siang, ngarep dichat oleh seseorang *osh*, tapi ngga kunjung dichat. Okelah, baiklah jika itu maumu *naon..

Sebelum smakin kemana2 arah tulisannya, saya mau membahas sesuai judul postingan kali ini saja.
Kalau dipikir2, saya tuh gampang banget yang namanya STRESS. Sedih ya? Kasian ya? *ihikihik*
Kalau boleh milih sih, saya pengen Tuhan mengaruniai saya otak yang gak gampang stress dan hati yang gak gampang terluka *dangdud bet dah*
Boleh dikisahkan hal-hal yang pernah bikin saya stress sampe kepikiran sampe makan tak enak tidur tak nyenyak, mimpi diharap nyata, nyata diharap mimpi, dan seterusnya.
Saya pernah yang namanya mengalami kerontokan rambut waktu SMP. Entah knapa hal itu terjadi.. Sepertinya sih gara2 saya seriiing banget pake bahan2 kimia di rambut saya ini. Ya direbonding lah, diwarnain. Dann itu berkali-kali loh. Emang saya jahat banget ke rambut saya :'(
Nah jadilah ngga bisa disalahin juga kalo tiba2 rambut2 di kepala saya seolah berontak pengen mati aja daripada idupnya disuruh makan cat dan obat pelurus.Tapi oh tapi, kejadian itu sempet bikin saya setreesss bukan kepalang! *Pdhal yang namanya stress malah bikin rambut makin rontok ya nggak sih "-_-
Wujud kestressan saya yakni, abis keramas gamau sisiran: takut rontok makin parah, tiap hari ngitungin ada berapa rambut yang berguguran di lantai. Daaannn masi banyak pokoknya. Saya sampe mikir waktu itu, apa nih rambut dibotakkin aja ya? Daripada nanggung. Intinya saat itu saya stress banget sampe doa ke Tuhan, "ya Tuhan kalau rambut saya tdak rontok lagi, saya janji ngga akan pake bahan2 kimia lagi terhadapnya".
Well, skarang sih udah normal lagi *alhamdulilah ya* Tapi tetep ngga setebel dulu pas SD. But OKlah daripada dulu :D

Banyak hal2 kecil yang bisa bikin saya kepikiran. Dan paliing mempengaruhi perasaan saya itu adalah, omongan orang. Can u believe that? Seorang saya yang kerjaannya ngomongin orang all the time, justeru gampang sakit hati oleh hal itu :p

Terakhir ini ada hal lagi yang bikin saya stress. Tapi males ngebahasnya disini karna malah akan bkin saya makin stress aja. Huft, smoga cepat berakhir dan menghasilkan hasil yang memuaskan :)
*keep believing! cause I have this faith

Friday, October 7, 2011

PenDeKaTan

PDKT oh PDKT.. sapa sih yang ga suka sama namanya jaman2 PDKT?
Kalo boleh ditelusuri, jaman PDKT itu the best dari smua perjalanan cinta *tsaelah jijay gini*. Tapi bener deh. Tanya aja smua couple di dunia, sama ngga masa2 PDKT mreka sama masa2 jadian? Palagi masa2 nikah. Ga mungkin sama. Ya minimal ada bedanya lah dikit :p

Di masa2 PDKT itu, tergantung sapa yang ngejar (asal ni dua2nya sama2 suka), pasti bawaannya senyum-senyum sendiri. Geli sendiri. Deg2an sendiri. Geer2 sendiri. Trus apa coba 1 lagi? You're as fun as hell, dude!
Maksudnya, kamu tiba2 ga sadar kamu jadi orang yg agak beda. Fun abis di depan org yang satu itu..
Ya iya atuh namanya juga PDKT. Kalo gak fun ya ga bakal dapet ya ngga sih "-.-

Maka dari itu buat saya skarang ini, PDKT ke orang yang saya suka (sapapun itu) jadi suatu hal yang sangat menarik. Pemacu adrenalin, dan pokoknya bkin smangat ngapa2in deh :D
Dan karna PDKT itu the best of a relationship, then I don't intend to make a relationship right now :p
I dont even know what I really want right now. Mendapatkan respon yang sangat positif dari pendekatan itu saja sudah cukup menyenangkan.. What if that "guy" wants to step to the next level?
Err.. we'll see, but not in a short time I think :D

Sunday, September 18, 2011

I'm not that religious, but..

Seseorang teman lama yang kini tinggal berdekatan dengan saya, rupanya telah tumbuh menjadi pribadi yang.. emm, I'm not saying she's bad. Hanya saja ternyata memang pergaulannya sudah agak berbeda dengan saya. Dan mungkin jalan pikirannya?
Yang kini saya sadari bahwa, well, thanks to my parents and my community during school+college, saya masi dalam kadar biasa-biasa saja.
*biasa apa nih maksudnya?
yaaa.. at least ga culun2 amat, ngga kuper2 amat, tapi juga nggak seGAUL itu sampe mengGAULi orang #eh

Nah, sekarang saya lumayan sering jalan dengan teman saya yang satu ini (ketika kami sama2 ada waktu), dan 1 hal yang seriingg dia ajak ke saya dan belum pernah saya iyakan adalah, "shel.. ikutan clubbing yuk?"

Sebelumnya saya mau bilang, I do like having fun. I like music. I don't really like drink, but I'd love to try sometimes. But what I dont like?
-I dont like waste my money on something I'm not really into
-I'd rather sleep than wear high heels+short skirt+make-up+hair do just to meet "I dont know who" people and etc etc..(and FYI clubbing itu pasti jam 3an subuh gitu, mati ndak sih awak? scara jam 9 aja dah nguap2 kayak panci)

Sebenernya saya pengen coba kok. And I do appreciate teman2 lama saya itu mau ngajakin saya. Tapi yang jadi masalah adalah mereka rupanya begitu herannya dengan "kealiman" saya sampai nanya,
"kenapa sih Shel kok gamau? ya ampun baik banget sih kamu jadi orang.. de el el" And you should see their expression when saying that. Seperti orang yang heran, "kok kamu ga pernah mandi sih?" *jadi ngelantur

Sekedar intermezzo, salah 1 teman saya ini menganut agama yang sama dengan saya. Tapi SETIAP kali saya ajak ke gereja, dia pasti menunjukkan respon basa basi yang berujung pada, "nanti liat deh..nanti aku kabarin, tapi ga usah nunggu aku".
Saya merasa heran. Sama herannya dengan dia heran kenapa saya ga pernah mau diajak clubbing. Tapi toh? saya belum pernah bilang seperti itu ke dirinya.

Is refusing to go clubbing is more unusual or weird than refusing to say Hi to your God?
Well I'm not that religious, I'm really not. I'm just feeling strange with this community. Mungkin sangking lamanya saya ga bergaul dengan mereka, jadi saya benar2 ngga nyambung dengan hal yang satu itu..

Jadi mengingat quote dari mentor saya di kantor yang kira2 seperti ini:

"people in mental hospital will consider you're the crazy one"

Got the point?
Hehe.. Happy sunday anyway! ;)

I forgive you..

Baru saja membaca blog seorang teman yang baru saja diupdate, membuat saya jadi termotivasi untuk nulis blog kali ini. Bener2 deh, udah cukup lamaaa ini saya gak ngupdate blog. Padahal, jujur nih ya, saya serriinnngg skali kepikiran banyak topik yang slalu bikin hati ngomong, "okay I will write about this later on my blog". And what? I really did, tapi di tengah2 ngetik kata2 dalam postingan tersebut, eh.. mendadak mood ilang dan berasa gada gairah dalam nulis lagi. Lama2 kata2 yang dipakai buat ngerangkai postingan itu jadi garing dan renyah dan krispy *halahh*

Oiya, saya juga suka iri (iri positif) sama orang2 yang baguuss gitu kalo nulis cerita/blog. Kayaknya idenya ngalir gitu aja dan penyampaiannya pun bagus :D Saya sempet mengira kalo saya adalah orang yang seperti itu juga. But turns out? Kayaknya kadar malas saya makin tinggi saja kian harinya :D

Okeh lanjut,
sebenernya tadi pagi saya merasakan suatu hal yang (cukup) luar biasa menurut saya. Setelah kurang lebih 2 tahun saya menyimpan dendam yang luar binasa ke seseorang *tsaelaah*, tiba2 saat bangun dari tidur saya berpikir, "why can't I forgive you? Well.. I think I can, I will, and now.. I think I have"
Sebenernya darii duluuu saya udah banyak menerima wejangan a.k.a nasihat orang2 bijak, bahwa smakin kamu membenci seseorang, maka hal itu akan semakin merusak dirimu, instead of that person. Kamu benci seseorang? Apakah dia akan kesakitan? Nope. Dia kepikiran kamu? Bisa jadi iya. Bisa jadi nggak. Tapi apakah kamu mikirin dia? So pasti, no doubt. Secara tiap hari kamu inget2 tentang dendammu itu, gimana caranya gak mikirin?

Nah, sebenernya bukan hanya karna itu saja. Minggu lalu ketika saya masuk gereja (atau 2 minggu lalu ya? lupa), saya membaca suatu cerita di Alkitab mengenai perumpamaan tentang kerajaan surga. (ini saya cerita dengan kata2 sndiri ya.. hehe..),Jadi disitu diumpamakan kerajaan surga seperti seorang Tuan yang menagih hutang ke hambanya. Tapi hambanya meminta2 kesediaan dan kemurah hatian sang Tuan atas hutang tersebut. Tuan itupun merasa iba dan menghapus hutang hamba tersebut pada akhirnya.. Ketika sang hamba beranjak dari muka sang Tuan sambil berterimakasih sebesar2nya, di jalan dia bertemu dengan seseorang yang berhutang pula kepadanya. Maka apa yang terjadi? Dia menagih hutang tersebut tanpa belas kasih, tanpa toleransi. Tuan yang telah menghapus hutang2 sang hamba pun mendengar hal itu dan marahlah dia. Hutang kepada dirinya yang jauh lebih besar dibandingkan hutang kepada sang hamba saja dihapuskan, lalu mengapa dia tidak mau berbelas kasih pada orang yang berhutang kepadanya?

Aih udah cem pendeta gini sayah :">
Intinya kalo dulu pas kecil saya gak pernah ngeh dengan cerita2 dalam Alkitab (karna most of the content is filled with perumpamaan), jadinya langsung tersentak. Tuhan begitu seringnya mengampuni dosa saya (yang kebanyakan saya sudah tau bahwa itu dosa, tapi tetap saya lakukan), lalu kenapa saya tidak bisa mengampuni orang yang bersalah pada saya?

Selain itu juga, mungkin karna memang kedewasaan itu butuh waktu. Dan setelah saya pikir2 kembali, manusia memang tidak luput dari kesalahan. Maybe one day I trap in the same hole as he did, who knows? And it will last on one conclusion : "we're human being. we're THAT weak and full of sin."

Suatu hari nanti ketika saya berjumpa dengan kamu lagi, orang yang pernah saya benci stengah mati, I will smile and talk to you :) Hopefully so..

Thursday, September 15, 2011

As Stabil As Water In The Lake

ga banget ini judulnya :p
ya tapi itu kira-kira gambaran kehidupan saya skarang ini.. Kalo dipikir2 ini mungkin saat-saat paling menyenangkan buat saya selama hidup. No lover, means no heartbreak. No jealousy. No tears. Huaaahhh,, I even forget when was the last time I cried :)

I will remember this when one day I get a boyfriend, ohh I will be really missing this moment right now..