Sedang bukan ingin membicarakan kebebasan yang gimana-gimana. Just have been thinking lately (well, not exactly "lately", but lately I think about it MORE), kenapa manusia "menciptakan" begitu banyak pemisah di antara mereka? Saya menyebut manusia disini sebagai "pencipta" keadaan tersebut, karna saya yakin bukan Tuhan lah yang menginginkan ini pada awalnya.
Kenapa untuk menyatukan 2 orang saja, harus melihat:
- agamanya apa
- status sosialnya gimana
- dari keluarga seperti apa
- suku/rasnya apa
- umurnya berapa
daaannn masih banyak lagii
Selain bahwa Tuhan menciptakan manusia berbeda, laki-laki - perempuan, saya tidak percaya dia menginginkan kita membatasi diri dengan perbedaan lainnya
Wednesday, August 3, 2011
Monday, August 1, 2011
Galau moment #1
Lagi baca tweet2 adek kelas (masi pada kuliah) yang rame2 janjian makan siang, tiba2 saya jadi galau.. Iri rasanya, plus kangen dengan masa-masa itu. Masa-masa dimana setiap hari bukanlah rutinitas, melainkan hal-hal seru yang ga direncanain.
"Ntar abis kuliah jalan2 yuk?"
"Kita mo kuliner kemana hari ini?"
"Ngantuukk.. tidur di himp yok"
"Gada dosen? asekk.. jalan kmana jadinya?"
"Nomat yookkk... karaoke yookk"
"Ciater? Lembang? Punclut?"
dan masih banyaaakk contoh lainnya.
Gak perlu bingung makan siang mo sama sapa aja, dijabanin. Temen sepantaran, sepermainan, banyak.
Ahh.. quote yang BENER banget tuh,
mahasiswa : ada waktu, gada duit
orang kantoran : ada duit, gada waktu "-_-
*ini bukannya ga bersyukur loh,, saya cuma lagi kangen dengan masa2 itu :')
"Ntar abis kuliah jalan2 yuk?"
"Kita mo kuliner kemana hari ini?"
"Ngantuukk.. tidur di himp yok"
"Gada dosen? asekk.. jalan kmana jadinya?"
"Nomat yookkk... karaoke yookk"
"Ciater? Lembang? Punclut?"
dan masih banyaaakk contoh lainnya.
Gak perlu bingung makan siang mo sama sapa aja, dijabanin. Temen sepantaran, sepermainan, banyak.
Ahh.. quote yang BENER banget tuh,
mahasiswa : ada waktu, gada duit
orang kantoran : ada duit, gada waktu "-_-
*ini bukannya ga bersyukur loh,, saya cuma lagi kangen dengan masa2 itu :')
Name it
Sudah lama saya ngga nulis2 di blog ini.. Bukan karna gimana-gimana. Sebenernya beberapa kali saya udah nulis panjang lebar, tapi tiba2 moodnya ilang ditelan angin gitu aja. Jadilah saya cancel. Dan begitu terus sampai postingan2 selanjutnya.
First of all, saya merasa waktu itu jalannya cepet banget. Ngga kerasa saya udah setahun lebih dikit berada di perusahaan tempat saya bekerja (walaupun 5 bulan smpet vakum nungguin di-hire permanen). Tapi ya intinya saya udah mengenal tempat ini selama stahun. Trus saya jadi inget, udah staun juga sejak ulang tahun saya (yang deketan dengan waktu wisuda saya). Phew! see? time runs sooo fast! Mungkin ngga akan terasa segitu cepetnya kalau saya ngga ada kegiatan (seperti masa-masa saya jadi pengangguran). Mm...
Second of all, akhir-akhir ini saya sering mikir, apakah saya sudah cukup menjadi sahabat/saudara/anak yang baik untuk orang2 di sekitar saya? *tsahh dalemm*
Saya sadar kadang baik dan bodoh itu bedanya tipiiisss... Kita boleh baik, tapi jangan sampe dibodohin orang. Atau dimanfaatkan, atau apapun namanya itu. Maka dari itu kadang ketika ingin bertindak sesuai dengan naluri saya, otak pun ikut bekerja. Tidak semua keinginan orang lain akan saya penuhi, ya karna itu tadi. Saya tidak ingin dimanfaatkan, dibodohin. Dan ketika itu terjadi, sesaat sesudahnya saya akan menyesal dan mikir, "kok gue segitunya ya? jahat ya? "
Ketiga, tentang tidur. Saya baru sadar kalo selama apapun saya tidur, saya tetep bakal ngantuk waktu bangun. Dan itu menyebalkan "-_- Hal lain yang berhubungan dengan tidur ini. saya sadar kalo saya mengidap sleep disorder, yaitu bruxism. (ini setelah saya googling namanya). Jadi dulu kalau tidur dengan emak (baca: nenek) saya, beliau slalu bilang kalo saya suka bunyi2in gigi. Gatau gimana jelasnya suaranya, yang jelas menggesek2an gigi atas dan gigi bawah, dan suaranya lumayan keras. Saya sih mikirnya biasa aja. Dan baru2 ini kakak saya juga bilang hal yang sama. Padahal saya tidur di kamar yang terpisah dengan dia (tapi pintu emang dibuka sih..). Baru lah saya cari di internet, dan namanya adalah bruxism
Tapi di artikel-artikel tersebut, bruxism yang parah sampai mengakibatkan gigi rusak bahkan gusi berdarah, gigi tanggal, dan sbagainya. Untungnya dalam kasus saya sih ga sampai segitunya.. Dan saya baca juga, penyebab bruxism ini antara lain adalah STRESS. Wew, apa iya sbnernya saya ini lagi stress yah... *mikir*
Kayaknya sgitu aja yang pengen saya tulis untuk saat ini.. Smoga nanti semangat menulis itu datang kembali :)
First of all, saya merasa waktu itu jalannya cepet banget. Ngga kerasa saya udah setahun lebih dikit berada di perusahaan tempat saya bekerja (walaupun 5 bulan smpet vakum nungguin di-hire permanen). Tapi ya intinya saya udah mengenal tempat ini selama stahun. Trus saya jadi inget, udah staun juga sejak ulang tahun saya (yang deketan dengan waktu wisuda saya). Phew! see? time runs sooo fast! Mungkin ngga akan terasa segitu cepetnya kalau saya ngga ada kegiatan (seperti masa-masa saya jadi pengangguran). Mm...
Second of all, akhir-akhir ini saya sering mikir, apakah saya sudah cukup menjadi sahabat/saudara/anak yang baik untuk orang2 di sekitar saya? *tsahh dalemm*
Saya sadar kadang baik dan bodoh itu bedanya tipiiisss... Kita boleh baik, tapi jangan sampe dibodohin orang. Atau dimanfaatkan, atau apapun namanya itu. Maka dari itu kadang ketika ingin bertindak sesuai dengan naluri saya, otak pun ikut bekerja. Tidak semua keinginan orang lain akan saya penuhi, ya karna itu tadi. Saya tidak ingin dimanfaatkan, dibodohin. Dan ketika itu terjadi, sesaat sesudahnya saya akan menyesal dan mikir, "kok gue segitunya ya? jahat ya? "
Ketiga, tentang tidur. Saya baru sadar kalo selama apapun saya tidur, saya tetep bakal ngantuk waktu bangun. Dan itu menyebalkan "-_- Hal lain yang berhubungan dengan tidur ini. saya sadar kalo saya mengidap sleep disorder, yaitu bruxism. (ini setelah saya googling namanya). Jadi dulu kalau tidur dengan emak (baca: nenek) saya, beliau slalu bilang kalo saya suka bunyi2in gigi. Gatau gimana jelasnya suaranya, yang jelas menggesek2an gigi atas dan gigi bawah, dan suaranya lumayan keras. Saya sih mikirnya biasa aja. Dan baru2 ini kakak saya juga bilang hal yang sama. Padahal saya tidur di kamar yang terpisah dengan dia (tapi pintu emang dibuka sih..). Baru lah saya cari di internet, dan namanya adalah bruxism
Tapi di artikel-artikel tersebut, bruxism yang parah sampai mengakibatkan gigi rusak bahkan gusi berdarah, gigi tanggal, dan sbagainya. Untungnya dalam kasus saya sih ga sampai segitunya.. Dan saya baca juga, penyebab bruxism ini antara lain adalah STRESS. Wew, apa iya sbnernya saya ini lagi stress yah... *mikir*
Kayaknya sgitu aja yang pengen saya tulis untuk saat ini.. Smoga nanti semangat menulis itu datang kembali :)
Thursday, June 23, 2011
Because we don't wait, we seek
tau tuh bener pa ngga bahasa inggrisnya
haha... intinya tiba2 saya terpikirkan sesuatu mengenai karir. Di mana sepertinya saya selalu merasa takut untuk "miss" jika ada suatu celah yang terbuka untuk saya. Dan belive it or not, celah itu ada dimana mana, tinggal kita aja yang "aware" apa ngga dengan celah tersebut..
hemm..
dan skarang saya juga ada suatu mimpi, (yang mana kalo saya pikir2 lagi, ini bener2 mimpi saya yang bener2 saya pengen, karna slama ini yang saya raih sbnernya bukan mimpi, tp keberuntungan yang menakjubkan), dan setiap saya bertemu seseorang yang berhubungan dengan mimpi saya itu, saya slalu mencari cara untuk menemukan "celah" tersebut.
bukannya gimana, tapi saya yakin suatu saat mimpi itu akan terwujud. I've never been this sure before..
Cause what? cause I want it SOOOO BAAADD
Lalu timbul pemikiran lain,
knapa kalo soal karir saya bisa bertindak demikian "don't wait but seek",
tapi kalo soal yang "satu itu", saya malah "just wait, no need to seek"
halah halah... urip kok angel men yo nduk :D
haha... intinya tiba2 saya terpikirkan sesuatu mengenai karir. Di mana sepertinya saya selalu merasa takut untuk "miss" jika ada suatu celah yang terbuka untuk saya. Dan belive it or not, celah itu ada dimana mana, tinggal kita aja yang "aware" apa ngga dengan celah tersebut..
hemm..
dan skarang saya juga ada suatu mimpi, (yang mana kalo saya pikir2 lagi, ini bener2 mimpi saya yang bener2 saya pengen, karna slama ini yang saya raih sbnernya bukan mimpi, tp keberuntungan yang menakjubkan), dan setiap saya bertemu seseorang yang berhubungan dengan mimpi saya itu, saya slalu mencari cara untuk menemukan "celah" tersebut.
bukannya gimana, tapi saya yakin suatu saat mimpi itu akan terwujud. I've never been this sure before..
Cause what? cause I want it SOOOO BAAADD
Lalu timbul pemikiran lain,
knapa kalo soal karir saya bisa bertindak demikian "don't wait but seek",
tapi kalo soal yang "satu itu", saya malah "just wait, no need to seek"
halah halah... urip kok angel men yo nduk :D
Thursday, June 2, 2011
Ingin Ini Ingin ITUU!!
Halo haloo..sbelumnya selamat liburan dulu.. walaupun bsok saya ga ikutan cuti bersama *hiks*
Di hari libur ini sperti biasa membuat diri menjadi melakukan hal-hal tidak berguna, browsing, buka2 fb orang, buka2 segala macem, dan membuahkan hasil yang menjadi-jadi saja
yaitu..
keinginan saya makin banyaaaakk sajaaa!
huft.. *inhale exhale*
beberapa hari lalu saya nonton kartun Rio. Nah kartun ini tuh settingnya di Brazil..Lalu lalu.. saya jadi pengen ke Brazil >.<
browsinglah awa nih ke websitenya tour&travel.
Harganya booo... mahal geloo!
Tiba2 teringat ada temen yang pernah ke Brazil. Tapi dari foto2nya kliatannya seru bangeettt.. Dia kesananya bareng temen2 luar negrinya, jadi homestay juga gitu. Trus tiba2 saya jadi mikir, "kayaknya seruan pergi sendiri daripada tour yah?"
Hadoh..bertambah lagi satu keinginan. Liat poto2nya dia di sana, kok ya bagus2 amaat. Pdhal dulu pas jaman saya masih sering jalan sama dia, dia blom sejago itu deh motretnya (dan masi pake kamera poket biasa).
Lalu lalu.. jadi pengen beli kamera dslr kayak punyanya dia juga "-____-
Makjaaaangg!!! banyak tenan toh keinginan anakmu inihhh..
Dan smuanya itu pengen saya lakukan di kala masi muda, single, dan bersemangat! *huh hah!*
Jadi kalo diurutin:
1. Pengen ambil master di luar
2. Pengen jalan2 keliling dunia
3. Pengen jalan2nya sambil foto2 yang hasilnya bagus
4. Pengen kece *halah
5. Pengen dapet cowo yang ga kalah kece ma gue *superhalah
udah ah..lagi meracau ga jelas inih.. Kerjaan lo noh shel tuntasin duluu, baru nuntut macem2...
~iya..iya.. x(
Di hari libur ini sperti biasa membuat diri menjadi melakukan hal-hal tidak berguna, browsing, buka2 fb orang, buka2 segala macem, dan membuahkan hasil yang menjadi-jadi saja
yaitu..
keinginan saya makin banyaaaakk sajaaa!
huft.. *inhale exhale*
beberapa hari lalu saya nonton kartun Rio. Nah kartun ini tuh settingnya di Brazil..Lalu lalu.. saya jadi pengen ke Brazil >.<
browsinglah awa nih ke websitenya tour&travel.
Harganya booo... mahal geloo!
Tiba2 teringat ada temen yang pernah ke Brazil. Tapi dari foto2nya kliatannya seru bangeettt.. Dia kesananya bareng temen2 luar negrinya, jadi homestay juga gitu. Trus tiba2 saya jadi mikir, "kayaknya seruan pergi sendiri daripada tour yah?"
Hadoh..bertambah lagi satu keinginan. Liat poto2nya dia di sana, kok ya bagus2 amaat. Pdhal dulu pas jaman saya masih sering jalan sama dia, dia blom sejago itu deh motretnya (dan masi pake kamera poket biasa).
Lalu lalu.. jadi pengen beli kamera dslr kayak punyanya dia juga "-____-
Makjaaaangg!!! banyak tenan toh keinginan anakmu inihhh..
Dan smuanya itu pengen saya lakukan di kala masi muda, single, dan bersemangat! *huh hah!*
Jadi kalo diurutin:
1. Pengen ambil master di luar
2. Pengen jalan2 keliling dunia
3. Pengen jalan2nya sambil foto2 yang hasilnya bagus
4. Pengen kece *halah
5. Pengen dapet cowo yang ga kalah kece ma gue *superhalah
udah ah..lagi meracau ga jelas inih.. Kerjaan lo noh shel tuntasin duluu, baru nuntut macem2...
~iya..iya.. x(
Monday, May 30, 2011
Masa Muda
Dalam beberapa bulan lagi saya akan menginjak usia 23.
Dua tiga
Arghh!!
Kalo kata orang kantor, "ya ampuuunnn masih muda banget yaaahhhh"
"-_- ya itu menurut lo
scara elo2 pade dah tua2 banget >>anak muda yg kurang ajar
Tapi menurut saya, usia itu dah krusial menn..
Sebagai perbandingan, mama saya usia 23 udah nikah
Eh..belom 23 malah. 23 itu udah punya anak (kakak saya).
Dan yang paling saya takutkan adalah,
saya melewatkan sesuatu hal yang penting di masa muda saya ini.
atau
membuang masa muda saya secara sia-sia
Hey, ini masa muda loh! jangan begini2 aja.. tar ikutan tua lagi..
fyuhh,,
susah memang jadi muda mudi galau.
Udah kerja masih aja galau.
Bersyukur shell.. bersyukuur!!
Saya bersyukur kok, tapi saya cuma takut aja
Dan kenapa orang selalu takut akan masa depannya? *tanya kenapa*
Dua tiga
Arghh!!
Kalo kata orang kantor, "ya ampuuunnn masih muda banget yaaahhhh"
"-_- ya itu menurut lo
scara elo2 pade dah tua2 banget >>anak muda yg kurang ajar
Tapi menurut saya, usia itu dah krusial menn..
Sebagai perbandingan, mama saya usia 23 udah nikah
Eh..belom 23 malah. 23 itu udah punya anak (kakak saya).
Dan yang paling saya takutkan adalah,
saya melewatkan sesuatu hal yang penting di masa muda saya ini.
atau
membuang masa muda saya secara sia-sia
Hey, ini masa muda loh! jangan begini2 aja.. tar ikutan tua lagi..
fyuhh,,
susah memang jadi muda mudi galau.
Udah kerja masih aja galau.
Bersyukur shell.. bersyukuur!!
Saya bersyukur kok, tapi saya cuma takut aja
Dan kenapa orang selalu takut akan masa depannya? *tanya kenapa*
Thursday, May 26, 2011
Kelanjutan Cerita..
Jadi disini saya mau menceritakan kelanjutan cerita ini
Kalo kamu-kamu pernah baca disitu, saya sempet naksir satu orang di kantor, well..yes he's an expat
well..yes, he's cute
err..yes, he got nice body (ya iyalah scara ketemu di gym mulu)
and, yup correct, he's smart (ya kalo ga pinter masa ni prusahaan mau2nya bayarin doi jadi expat di negri orang)
apalagi ya..
intinya cukup perfect lah untuk digebet..
Sebenarnya lambat laun saya udah mulai melupakannya (duileh, pdkt juga belom), tapi oh tapi, kok ya kmaren saya berjodoh, meeting lagi2 bareng dia. Udah deg-deg ser sok2 cool slama meeting (pdhal mah dalam hati menjerit, "kiyaaaaa!!!! kyuuuttt!!! gantengg!!! tampan!!!! maniss!!!")
dan seterusnya..
Nah di akhir2 meeting yang mengenaskan itu (gimana gak ngenes, meetingnya tentang logging, jadi orang2 pada sibuk diskusi tentang MWD lah, wireline lah, saya cengok aja.. takut ngomong trus ketauan begonya "-__-), tiba2 dia looked me in the eye and said, "blablabla..later">> yang mana saya ga nangkep doi ngmg apa, tp yang saya interpretasikan sbagai "sampe ketemu nanti". tapi yang jelas dia bukan ngomong "see u later", lupa apaan *dibahas boo..*
Dan dia ngomong itu ke saya doank.CATAT! saya doank. jadi kan geer2 gimana gitu.. sampe2 curhat2 ke beberapa temen dengan sumringah, hati berbunga2, dan lain sebagainya..
Akhirnya saya yang biasanya ngegym skitar jam 6 sore (yang mana biasanya doi jam sgitu dah slese), maka kmaren saya ksana bela2in jam 5. Hah! Pokonya kudu berhasil lah adegan ngobrol2 yang slama ini sudah saya bayangkan.
Kisah gimana saya brusaha untuk bisa ngobrol pun lebih pathetic, jadi saya yang biasanya cardio kurang lebih 35 menit, cepet2 nyelesein dalam 15 menit (gara2 liat doi ambil minum). Trus saya pun pura2 udah capek trus ke tempat minum juga.. Tiba2..
dia: Sheila! (with tone of excitement) How are you?
saya: hey, I'm good..
dia: you're finished already?
saya: no, I still wait for the yoga class. You never joined any classes?
dia: no..no.. I just come here twice a week, and once in Saturday/Sunday. How bout u? so you come here everyday?
saya: well yes, I try to, but I only do this (nunjuk alat cardio) for about 30 minutes and leave. so.. you live close to here?
dia: ya.. I think so. It's in Kebayoran Baru. It's just about 5 minutes. I can even just walk to my house..
duh..kepanjangan nih conversation.. disingkat ke inti permasalahan deh..jadi intinya ngmgin tempat tinggal. trus saya nanya dia asalnya darimana, yang dijawab kalo dia dari Australia (jadi tu aksen bukan British ternyata, sotoy deh eyke "-___-), trus dia bales nanya, jadi saya bilang saya baru lulus kuliah.
dia: wow! I graduated from school, like about.... 15 or 16 years ago
*speechless*
sumpah demi jenglot, dia tuh ga kliatan sama sekaaaalliii kalo udah setua itu. apa gara2 sering olahraga yak? tapi saya emang sering kecele gini sih liat bule2 d kantor. kliatannya baru 30, gtaunya udh 50. bbzzz... nah kalo si doi ini, saya dah bener2 memfokuskan perhatian ke mukanya, brusaha meramal doi umur brapa, dan saya kira2 dia 30 taun lah maksimal. hiks..
saya: ooh.. *mulai ilfeel dan kecewa*, so your family also live here with you? (ini pertanyaan tricky, sbenarnya yang mo ditanya adalah, "are u married ?")
dia: well yes, my wife and my son also live here with me
X___X
selesaaaaii!!! case closed!! tutup buku!! mati kutu!! pupus!!
mendadak alunan lagu Dewa melantun di benak saya,
"baru kusadari..cintaku bertepuk sebelah tangan.."
trus udah deh, ngobrol2 lagi bentar, tapi saya udah bener2 ga excited lagi. akhirnya udahlah, saya balik ngegym lagi, dan gak lagi2 deh ngepasin jam ngegym demi ketemu doi doank.meenn...gue broken heart menn..
Pesan moral:
1. Jangan sok tau tentang umur orang
2. Jangan terjebak dengan ketidakadaan cincin kawin di jari orang
3. Jangan sok tau asal orang itu darimana cuma gara2 aksennya rada beda (akses itu bukan cuma punya Englishman, for God sake)
T_T
Kalo kamu-kamu pernah baca disitu, saya sempet naksir satu orang di kantor, well..yes he's an expat
well..yes, he's cute
err..yes, he got nice body (ya iyalah scara ketemu di gym mulu)
and, yup correct, he's smart (ya kalo ga pinter masa ni prusahaan mau2nya bayarin doi jadi expat di negri orang)
apalagi ya..
intinya cukup perfect lah untuk digebet..
Sebenarnya lambat laun saya udah mulai melupakannya (duileh, pdkt juga belom), tapi oh tapi, kok ya kmaren saya berjodoh, meeting lagi2 bareng dia. Udah deg-deg ser sok2 cool slama meeting (pdhal mah dalam hati menjerit, "kiyaaaaa!!!! kyuuuttt!!! gantengg!!! tampan!!!! maniss!!!")
dan seterusnya..
Nah di akhir2 meeting yang mengenaskan itu (gimana gak ngenes, meetingnya tentang logging, jadi orang2 pada sibuk diskusi tentang MWD lah, wireline lah, saya cengok aja.. takut ngomong trus ketauan begonya "-__-), tiba2 dia looked me in the eye and said, "blablabla..later">> yang mana saya ga nangkep doi ngmg apa, tp yang saya interpretasikan sbagai "sampe ketemu nanti". tapi yang jelas dia bukan ngomong "see u later", lupa apaan *dibahas boo..*
Dan dia ngomong itu ke saya doank.CATAT! saya doank. jadi kan geer2 gimana gitu.. sampe2 curhat2 ke beberapa temen dengan sumringah, hati berbunga2, dan lain sebagainya..
Akhirnya saya yang biasanya ngegym skitar jam 6 sore (yang mana biasanya doi jam sgitu dah slese), maka kmaren saya ksana bela2in jam 5. Hah! Pokonya kudu berhasil lah adegan ngobrol2 yang slama ini sudah saya bayangkan.
Kisah gimana saya brusaha untuk bisa ngobrol pun lebih pathetic, jadi saya yang biasanya cardio kurang lebih 35 menit, cepet2 nyelesein dalam 15 menit (gara2 liat doi ambil minum). Trus saya pun pura2 udah capek trus ke tempat minum juga.. Tiba2..
dia: Sheila! (with tone of excitement) How are you?
saya: hey, I'm good..
dia: you're finished already?
saya: no, I still wait for the yoga class. You never joined any classes?
dia: no..no.. I just come here twice a week, and once in Saturday/Sunday. How bout u? so you come here everyday?
saya: well yes, I try to, but I only do this (nunjuk alat cardio) for about 30 minutes and leave. so.. you live close to here?
dia: ya.. I think so. It's in Kebayoran Baru. It's just about 5 minutes. I can even just walk to my house..
duh..kepanjangan nih conversation.. disingkat ke inti permasalahan deh..jadi intinya ngmgin tempat tinggal. trus saya nanya dia asalnya darimana, yang dijawab kalo dia dari Australia (jadi tu aksen bukan British ternyata, sotoy deh eyke "-___-), trus dia bales nanya, jadi saya bilang saya baru lulus kuliah.
dia: wow! I graduated from school, like about.... 15 or 16 years ago
*speechless*
sumpah demi jenglot, dia tuh ga kliatan sama sekaaaalliii kalo udah setua itu. apa gara2 sering olahraga yak? tapi saya emang sering kecele gini sih liat bule2 d kantor. kliatannya baru 30, gtaunya udh 50. bbzzz... nah kalo si doi ini, saya dah bener2 memfokuskan perhatian ke mukanya, brusaha meramal doi umur brapa, dan saya kira2 dia 30 taun lah maksimal. hiks..
saya: ooh.. *mulai ilfeel dan kecewa*, so your family also live here with you? (ini pertanyaan tricky, sbenarnya yang mo ditanya adalah, "are u married ?")
dia: well yes, my wife and my son also live here with me
X___X
selesaaaaii!!! case closed!! tutup buku!! mati kutu!! pupus!!
mendadak alunan lagu Dewa melantun di benak saya,
"baru kusadari..cintaku bertepuk sebelah tangan.."
trus udah deh, ngobrol2 lagi bentar, tapi saya udah bener2 ga excited lagi. akhirnya udahlah, saya balik ngegym lagi, dan gak lagi2 deh ngepasin jam ngegym demi ketemu doi doank.meenn...gue broken heart menn..
Pesan moral:
1. Jangan sok tau tentang umur orang
2. Jangan terjebak dengan ketidakadaan cincin kawin di jari orang
3. Jangan sok tau asal orang itu darimana cuma gara2 aksennya rada beda (akses itu bukan cuma punya Englishman, for God sake)
T_T
Subscribe to:
Posts (Atom)