Seseorang teman lama yang kini tinggal berdekatan dengan saya, rupanya telah tumbuh menjadi pribadi yang.. emm, I'm not saying she's bad. Hanya saja ternyata memang pergaulannya sudah agak berbeda dengan saya. Dan mungkin jalan pikirannya?
Yang kini saya sadari bahwa, well, thanks to my parents and my community during school+college, saya masi dalam kadar biasa-biasa saja.
*biasa apa nih maksudnya?
yaaa.. at least ga culun2 amat, ngga kuper2 amat, tapi juga nggak seGAUL itu sampe mengGAULi orang #eh
Nah, sekarang saya lumayan sering jalan dengan teman saya yang satu ini (ketika kami sama2 ada waktu), dan 1 hal yang seriingg dia ajak ke saya dan belum pernah saya iyakan adalah, "shel.. ikutan clubbing yuk?"
Sebelumnya saya mau bilang, I do like having fun. I like music. I don't really like drink, but I'd love to try sometimes. But what I dont like?
-I dont like waste my money on something I'm not really into
-I'd rather sleep than wear high heels+short skirt+make-up+hair do just to meet "I dont know who" people and etc etc..(and FYI clubbing itu pasti jam 3an subuh gitu, mati ndak sih awak? scara jam 9 aja dah nguap2 kayak panci)
Sebenernya saya pengen coba kok. And I do appreciate teman2 lama saya itu mau ngajakin saya. Tapi yang jadi masalah adalah mereka rupanya begitu herannya dengan "kealiman" saya sampai nanya,
"kenapa sih Shel kok gamau? ya ampun baik banget sih kamu jadi orang.. de el el" And you should see their expression when saying that. Seperti orang yang heran, "kok kamu ga pernah mandi sih?" *jadi ngelantur
Sekedar intermezzo, salah 1 teman saya ini menganut agama yang sama dengan saya. Tapi SETIAP kali saya ajak ke gereja, dia pasti menunjukkan respon basa basi yang berujung pada, "nanti liat deh..nanti aku kabarin, tapi ga usah nunggu aku".
Saya merasa heran. Sama herannya dengan dia heran kenapa saya ga pernah mau diajak clubbing. Tapi toh? saya belum pernah bilang seperti itu ke dirinya.
Is refusing to go clubbing is more unusual or weird than refusing to say Hi to your God?
Well I'm not that religious, I'm really not. I'm just feeling strange with this community. Mungkin sangking lamanya saya ga bergaul dengan mereka, jadi saya benar2 ngga nyambung dengan hal yang satu itu..
Jadi mengingat quote dari mentor saya di kantor yang kira2 seperti ini:
"people in mental hospital will consider you're the crazy one"
Got the point?
Hehe.. Happy sunday anyway! ;)
Sunday, September 18, 2011
I forgive you..
Baru saja membaca blog seorang teman yang baru saja diupdate, membuat saya jadi termotivasi untuk nulis blog kali ini. Bener2 deh, udah cukup lamaaa ini saya gak ngupdate blog. Padahal, jujur nih ya, saya serriinnngg skali kepikiran banyak topik yang slalu bikin hati ngomong, "okay I will write about this later on my blog". And what? I really did, tapi di tengah2 ngetik kata2 dalam postingan tersebut, eh.. mendadak mood ilang dan berasa gada gairah dalam nulis lagi. Lama2 kata2 yang dipakai buat ngerangkai postingan itu jadi garing dan renyah dan krispy *halahh*
Oiya, saya juga suka iri (iri positif) sama orang2 yang baguuss gitu kalo nulis cerita/blog. Kayaknya idenya ngalir gitu aja dan penyampaiannya pun bagus :D Saya sempet mengira kalo saya adalah orang yang seperti itu juga. But turns out? Kayaknya kadar malas saya makin tinggi saja kian harinya :D
Okeh lanjut,
sebenernya tadi pagi saya merasakan suatu hal yang (cukup) luar biasa menurut saya. Setelah kurang lebih 2 tahun saya menyimpan dendam yang luar binasa ke seseorang *tsaelaah*, tiba2 saat bangun dari tidur saya berpikir, "why can't I forgive you? Well.. I think I can, I will, and now.. I think I have"
Sebenernya darii duluuu saya udah banyak menerima wejangan a.k.a nasihat orang2 bijak, bahwa smakin kamu membenci seseorang, maka hal itu akan semakin merusak dirimu, instead of that person. Kamu benci seseorang? Apakah dia akan kesakitan? Nope. Dia kepikiran kamu? Bisa jadi iya. Bisa jadi nggak. Tapi apakah kamu mikirin dia? So pasti, no doubt. Secara tiap hari kamu inget2 tentang dendammu itu, gimana caranya gak mikirin?
Nah, sebenernya bukan hanya karna itu saja. Minggu lalu ketika saya masuk gereja (atau 2 minggu lalu ya? lupa), saya membaca suatu cerita di Alkitab mengenai perumpamaan tentang kerajaan surga. (ini saya cerita dengan kata2 sndiri ya.. hehe..),Jadi disitu diumpamakan kerajaan surga seperti seorang Tuan yang menagih hutang ke hambanya. Tapi hambanya meminta2 kesediaan dan kemurah hatian sang Tuan atas hutang tersebut. Tuan itupun merasa iba dan menghapus hutang hamba tersebut pada akhirnya.. Ketika sang hamba beranjak dari muka sang Tuan sambil berterimakasih sebesar2nya, di jalan dia bertemu dengan seseorang yang berhutang pula kepadanya. Maka apa yang terjadi? Dia menagih hutang tersebut tanpa belas kasih, tanpa toleransi. Tuan yang telah menghapus hutang2 sang hamba pun mendengar hal itu dan marahlah dia. Hutang kepada dirinya yang jauh lebih besar dibandingkan hutang kepada sang hamba saja dihapuskan, lalu mengapa dia tidak mau berbelas kasih pada orang yang berhutang kepadanya?
Aih udah cem pendeta gini sayah :">
Intinya kalo dulu pas kecil saya gak pernah ngeh dengan cerita2 dalam Alkitab (karna most of the content is filled with perumpamaan), jadinya langsung tersentak. Tuhan begitu seringnya mengampuni dosa saya (yang kebanyakan saya sudah tau bahwa itu dosa, tapi tetap saya lakukan), lalu kenapa saya tidak bisa mengampuni orang yang bersalah pada saya?
Selain itu juga, mungkin karna memang kedewasaan itu butuh waktu. Dan setelah saya pikir2 kembali, manusia memang tidak luput dari kesalahan. Maybe one day I trap in the same hole as he did, who knows? And it will last on one conclusion : "we're human being. we're THAT weak and full of sin."
Suatu hari nanti ketika saya berjumpa dengan kamu lagi, orang yang pernah saya benci stengah mati, I will smile and talk to you :) Hopefully so..
Oiya, saya juga suka iri (iri positif) sama orang2 yang baguuss gitu kalo nulis cerita/blog. Kayaknya idenya ngalir gitu aja dan penyampaiannya pun bagus :D Saya sempet mengira kalo saya adalah orang yang seperti itu juga. But turns out? Kayaknya kadar malas saya makin tinggi saja kian harinya :D
Okeh lanjut,
sebenernya tadi pagi saya merasakan suatu hal yang (cukup) luar biasa menurut saya. Setelah kurang lebih 2 tahun saya menyimpan dendam yang luar binasa ke seseorang *tsaelaah*, tiba2 saat bangun dari tidur saya berpikir, "why can't I forgive you? Well.. I think I can, I will, and now.. I think I have"
Sebenernya darii duluuu saya udah banyak menerima wejangan a.k.a nasihat orang2 bijak, bahwa smakin kamu membenci seseorang, maka hal itu akan semakin merusak dirimu, instead of that person. Kamu benci seseorang? Apakah dia akan kesakitan? Nope. Dia kepikiran kamu? Bisa jadi iya. Bisa jadi nggak. Tapi apakah kamu mikirin dia? So pasti, no doubt. Secara tiap hari kamu inget2 tentang dendammu itu, gimana caranya gak mikirin?
Nah, sebenernya bukan hanya karna itu saja. Minggu lalu ketika saya masuk gereja (atau 2 minggu lalu ya? lupa), saya membaca suatu cerita di Alkitab mengenai perumpamaan tentang kerajaan surga. (ini saya cerita dengan kata2 sndiri ya.. hehe..),Jadi disitu diumpamakan kerajaan surga seperti seorang Tuan yang menagih hutang ke hambanya. Tapi hambanya meminta2 kesediaan dan kemurah hatian sang Tuan atas hutang tersebut. Tuan itupun merasa iba dan menghapus hutang hamba tersebut pada akhirnya.. Ketika sang hamba beranjak dari muka sang Tuan sambil berterimakasih sebesar2nya, di jalan dia bertemu dengan seseorang yang berhutang pula kepadanya. Maka apa yang terjadi? Dia menagih hutang tersebut tanpa belas kasih, tanpa toleransi. Tuan yang telah menghapus hutang2 sang hamba pun mendengar hal itu dan marahlah dia. Hutang kepada dirinya yang jauh lebih besar dibandingkan hutang kepada sang hamba saja dihapuskan, lalu mengapa dia tidak mau berbelas kasih pada orang yang berhutang kepadanya?
Aih udah cem pendeta gini sayah :">
Intinya kalo dulu pas kecil saya gak pernah ngeh dengan cerita2 dalam Alkitab (karna most of the content is filled with perumpamaan), jadinya langsung tersentak. Tuhan begitu seringnya mengampuni dosa saya (yang kebanyakan saya sudah tau bahwa itu dosa, tapi tetap saya lakukan), lalu kenapa saya tidak bisa mengampuni orang yang bersalah pada saya?
Selain itu juga, mungkin karna memang kedewasaan itu butuh waktu. Dan setelah saya pikir2 kembali, manusia memang tidak luput dari kesalahan. Maybe one day I trap in the same hole as he did, who knows? And it will last on one conclusion : "we're human being. we're THAT weak and full of sin."
Suatu hari nanti ketika saya berjumpa dengan kamu lagi, orang yang pernah saya benci stengah mati, I will smile and talk to you :) Hopefully so..
Thursday, September 15, 2011
As Stabil As Water In The Lake
ga banget ini judulnya :p
ya tapi itu kira-kira gambaran kehidupan saya skarang ini.. Kalo dipikir2 ini mungkin saat-saat paling menyenangkan buat saya selama hidup. No lover, means no heartbreak. No jealousy. No tears. Huaaahhh,, I even forget when was the last time I cried :)
I will remember this when one day I get a boyfriend, ohh I will be really missing this moment right now..
ya tapi itu kira-kira gambaran kehidupan saya skarang ini.. Kalo dipikir2 ini mungkin saat-saat paling menyenangkan buat saya selama hidup. No lover, means no heartbreak. No jealousy. No tears. Huaaahhh,, I even forget when was the last time I cried :)
I will remember this when one day I get a boyfriend, ohh I will be really missing this moment right now..
Wednesday, August 3, 2011
That Kind of Freedom
Sedang bukan ingin membicarakan kebebasan yang gimana-gimana. Just have been thinking lately (well, not exactly "lately", but lately I think about it MORE), kenapa manusia "menciptakan" begitu banyak pemisah di antara mereka? Saya menyebut manusia disini sebagai "pencipta" keadaan tersebut, karna saya yakin bukan Tuhan lah yang menginginkan ini pada awalnya.
Kenapa untuk menyatukan 2 orang saja, harus melihat:
- agamanya apa
- status sosialnya gimana
- dari keluarga seperti apa
- suku/rasnya apa
- umurnya berapa
daaannn masih banyak lagii
Selain bahwa Tuhan menciptakan manusia berbeda, laki-laki - perempuan, saya tidak percaya dia menginginkan kita membatasi diri dengan perbedaan lainnya
Kenapa untuk menyatukan 2 orang saja, harus melihat:
- agamanya apa
- status sosialnya gimana
- dari keluarga seperti apa
- suku/rasnya apa
- umurnya berapa
daaannn masih banyak lagii
Selain bahwa Tuhan menciptakan manusia berbeda, laki-laki - perempuan, saya tidak percaya dia menginginkan kita membatasi diri dengan perbedaan lainnya
Monday, August 1, 2011
Galau moment #1
Lagi baca tweet2 adek kelas (masi pada kuliah) yang rame2 janjian makan siang, tiba2 saya jadi galau.. Iri rasanya, plus kangen dengan masa-masa itu. Masa-masa dimana setiap hari bukanlah rutinitas, melainkan hal-hal seru yang ga direncanain.
"Ntar abis kuliah jalan2 yuk?"
"Kita mo kuliner kemana hari ini?"
"Ngantuukk.. tidur di himp yok"
"Gada dosen? asekk.. jalan kmana jadinya?"
"Nomat yookkk... karaoke yookk"
"Ciater? Lembang? Punclut?"
dan masih banyaaakk contoh lainnya.
Gak perlu bingung makan siang mo sama sapa aja, dijabanin. Temen sepantaran, sepermainan, banyak.
Ahh.. quote yang BENER banget tuh,
mahasiswa : ada waktu, gada duit
orang kantoran : ada duit, gada waktu "-_-
*ini bukannya ga bersyukur loh,, saya cuma lagi kangen dengan masa2 itu :')
"Ntar abis kuliah jalan2 yuk?"
"Kita mo kuliner kemana hari ini?"
"Ngantuukk.. tidur di himp yok"
"Gada dosen? asekk.. jalan kmana jadinya?"
"Nomat yookkk... karaoke yookk"
"Ciater? Lembang? Punclut?"
dan masih banyaaakk contoh lainnya.
Gak perlu bingung makan siang mo sama sapa aja, dijabanin. Temen sepantaran, sepermainan, banyak.
Ahh.. quote yang BENER banget tuh,
mahasiswa : ada waktu, gada duit
orang kantoran : ada duit, gada waktu "-_-
*ini bukannya ga bersyukur loh,, saya cuma lagi kangen dengan masa2 itu :')
Name it
Sudah lama saya ngga nulis2 di blog ini.. Bukan karna gimana-gimana. Sebenernya beberapa kali saya udah nulis panjang lebar, tapi tiba2 moodnya ilang ditelan angin gitu aja. Jadilah saya cancel. Dan begitu terus sampai postingan2 selanjutnya.
First of all, saya merasa waktu itu jalannya cepet banget. Ngga kerasa saya udah setahun lebih dikit berada di perusahaan tempat saya bekerja (walaupun 5 bulan smpet vakum nungguin di-hire permanen). Tapi ya intinya saya udah mengenal tempat ini selama stahun. Trus saya jadi inget, udah staun juga sejak ulang tahun saya (yang deketan dengan waktu wisuda saya). Phew! see? time runs sooo fast! Mungkin ngga akan terasa segitu cepetnya kalau saya ngga ada kegiatan (seperti masa-masa saya jadi pengangguran). Mm...
Second of all, akhir-akhir ini saya sering mikir, apakah saya sudah cukup menjadi sahabat/saudara/anak yang baik untuk orang2 di sekitar saya? *tsahh dalemm*
Saya sadar kadang baik dan bodoh itu bedanya tipiiisss... Kita boleh baik, tapi jangan sampe dibodohin orang. Atau dimanfaatkan, atau apapun namanya itu. Maka dari itu kadang ketika ingin bertindak sesuai dengan naluri saya, otak pun ikut bekerja. Tidak semua keinginan orang lain akan saya penuhi, ya karna itu tadi. Saya tidak ingin dimanfaatkan, dibodohin. Dan ketika itu terjadi, sesaat sesudahnya saya akan menyesal dan mikir, "kok gue segitunya ya? jahat ya? "
Ketiga, tentang tidur. Saya baru sadar kalo selama apapun saya tidur, saya tetep bakal ngantuk waktu bangun. Dan itu menyebalkan "-_- Hal lain yang berhubungan dengan tidur ini. saya sadar kalo saya mengidap sleep disorder, yaitu bruxism. (ini setelah saya googling namanya). Jadi dulu kalau tidur dengan emak (baca: nenek) saya, beliau slalu bilang kalo saya suka bunyi2in gigi. Gatau gimana jelasnya suaranya, yang jelas menggesek2an gigi atas dan gigi bawah, dan suaranya lumayan keras. Saya sih mikirnya biasa aja. Dan baru2 ini kakak saya juga bilang hal yang sama. Padahal saya tidur di kamar yang terpisah dengan dia (tapi pintu emang dibuka sih..). Baru lah saya cari di internet, dan namanya adalah bruxism
Tapi di artikel-artikel tersebut, bruxism yang parah sampai mengakibatkan gigi rusak bahkan gusi berdarah, gigi tanggal, dan sbagainya. Untungnya dalam kasus saya sih ga sampai segitunya.. Dan saya baca juga, penyebab bruxism ini antara lain adalah STRESS. Wew, apa iya sbnernya saya ini lagi stress yah... *mikir*
Kayaknya sgitu aja yang pengen saya tulis untuk saat ini.. Smoga nanti semangat menulis itu datang kembali :)
First of all, saya merasa waktu itu jalannya cepet banget. Ngga kerasa saya udah setahun lebih dikit berada di perusahaan tempat saya bekerja (walaupun 5 bulan smpet vakum nungguin di-hire permanen). Tapi ya intinya saya udah mengenal tempat ini selama stahun. Trus saya jadi inget, udah staun juga sejak ulang tahun saya (yang deketan dengan waktu wisuda saya). Phew! see? time runs sooo fast! Mungkin ngga akan terasa segitu cepetnya kalau saya ngga ada kegiatan (seperti masa-masa saya jadi pengangguran). Mm...
Second of all, akhir-akhir ini saya sering mikir, apakah saya sudah cukup menjadi sahabat/saudara/anak yang baik untuk orang2 di sekitar saya? *tsahh dalemm*
Saya sadar kadang baik dan bodoh itu bedanya tipiiisss... Kita boleh baik, tapi jangan sampe dibodohin orang. Atau dimanfaatkan, atau apapun namanya itu. Maka dari itu kadang ketika ingin bertindak sesuai dengan naluri saya, otak pun ikut bekerja. Tidak semua keinginan orang lain akan saya penuhi, ya karna itu tadi. Saya tidak ingin dimanfaatkan, dibodohin. Dan ketika itu terjadi, sesaat sesudahnya saya akan menyesal dan mikir, "kok gue segitunya ya? jahat ya? "
Ketiga, tentang tidur. Saya baru sadar kalo selama apapun saya tidur, saya tetep bakal ngantuk waktu bangun. Dan itu menyebalkan "-_- Hal lain yang berhubungan dengan tidur ini. saya sadar kalo saya mengidap sleep disorder, yaitu bruxism. (ini setelah saya googling namanya). Jadi dulu kalau tidur dengan emak (baca: nenek) saya, beliau slalu bilang kalo saya suka bunyi2in gigi. Gatau gimana jelasnya suaranya, yang jelas menggesek2an gigi atas dan gigi bawah, dan suaranya lumayan keras. Saya sih mikirnya biasa aja. Dan baru2 ini kakak saya juga bilang hal yang sama. Padahal saya tidur di kamar yang terpisah dengan dia (tapi pintu emang dibuka sih..). Baru lah saya cari di internet, dan namanya adalah bruxism
Tapi di artikel-artikel tersebut, bruxism yang parah sampai mengakibatkan gigi rusak bahkan gusi berdarah, gigi tanggal, dan sbagainya. Untungnya dalam kasus saya sih ga sampai segitunya.. Dan saya baca juga, penyebab bruxism ini antara lain adalah STRESS. Wew, apa iya sbnernya saya ini lagi stress yah... *mikir*
Kayaknya sgitu aja yang pengen saya tulis untuk saat ini.. Smoga nanti semangat menulis itu datang kembali :)
Thursday, June 23, 2011
Because we don't wait, we seek
tau tuh bener pa ngga bahasa inggrisnya
haha... intinya tiba2 saya terpikirkan sesuatu mengenai karir. Di mana sepertinya saya selalu merasa takut untuk "miss" jika ada suatu celah yang terbuka untuk saya. Dan belive it or not, celah itu ada dimana mana, tinggal kita aja yang "aware" apa ngga dengan celah tersebut..
hemm..
dan skarang saya juga ada suatu mimpi, (yang mana kalo saya pikir2 lagi, ini bener2 mimpi saya yang bener2 saya pengen, karna slama ini yang saya raih sbnernya bukan mimpi, tp keberuntungan yang menakjubkan), dan setiap saya bertemu seseorang yang berhubungan dengan mimpi saya itu, saya slalu mencari cara untuk menemukan "celah" tersebut.
bukannya gimana, tapi saya yakin suatu saat mimpi itu akan terwujud. I've never been this sure before..
Cause what? cause I want it SOOOO BAAADD
Lalu timbul pemikiran lain,
knapa kalo soal karir saya bisa bertindak demikian "don't wait but seek",
tapi kalo soal yang "satu itu", saya malah "just wait, no need to seek"
halah halah... urip kok angel men yo nduk :D
haha... intinya tiba2 saya terpikirkan sesuatu mengenai karir. Di mana sepertinya saya selalu merasa takut untuk "miss" jika ada suatu celah yang terbuka untuk saya. Dan belive it or not, celah itu ada dimana mana, tinggal kita aja yang "aware" apa ngga dengan celah tersebut..
hemm..
dan skarang saya juga ada suatu mimpi, (yang mana kalo saya pikir2 lagi, ini bener2 mimpi saya yang bener2 saya pengen, karna slama ini yang saya raih sbnernya bukan mimpi, tp keberuntungan yang menakjubkan), dan setiap saya bertemu seseorang yang berhubungan dengan mimpi saya itu, saya slalu mencari cara untuk menemukan "celah" tersebut.
bukannya gimana, tapi saya yakin suatu saat mimpi itu akan terwujud. I've never been this sure before..
Cause what? cause I want it SOOOO BAAADD
Lalu timbul pemikiran lain,
knapa kalo soal karir saya bisa bertindak demikian "don't wait but seek",
tapi kalo soal yang "satu itu", saya malah "just wait, no need to seek"
halah halah... urip kok angel men yo nduk :D
Subscribe to:
Posts (Atom)