Tuesday, November 27, 2012

Sensitive

Kemarin saya les bahasa Inggris dan ngebahas tentang adjective gitu deh.

Lalu ngebahas tentang kata "sensitive", yang kalo kata teachernya: "easy to get hurt" or "easy to hurt"
Bahasa Indonesianya, "gampang tersakiti" atau "gampang buat disakitin orang" *apa deh ribet

Intinya, saya pagi ini jadi mikir tentang itu. Ga penting banget ya? Mbok ya mikir tu kerjaan, politik, bisnis, ato apalah buat membangun bangsa *ngeracau

Nah saya mikir, kenapa kita harus jadi sensitive person? Terutama cewe-cewe ye bo. Kalo pacar/pasangannya melakukan ssuatu yang ga sesuai harapan. Atau justru TIDAK melakukan ssuatu yang kita harapkan, trus kita jadi sebel. Hurt. Irritated. Dissapointed.

Yang mana lalu saya pikir lagi, ngapain ya kayak gitu? Why can't I be strong enough to not letting someone hurt me? How? Ya mungkin dengan berpikir, "screw it. I don't care. That's not a big deal. That's your problem, not mine. "

In other words, kalo saya membiarkan diri saya menjadi seseorang yang sensitif dan easy to get hurt, I lose.

Easy to say, huh

Tuesday, November 20, 2012

Masalah ?

Pernah ngga sih, sangking ga ada masalah dalam idup lo, sampe jadi nyari2 masalah sendiri?

Kadang saya mikir kayak gitu sih.

Kalo saya lagi galau tuh, pasti gak lain dan gak bukan adalah tentang: Cowo.

I know. LOL. So not important, maybe some of you will say that.

I wish I felt the same way too..

Kadang kalo udah galou gitu, saya jadi mikir: Hey Sheil, penting amat si masalah idup lo!!!

Liat tu masi banyak orang ga bisa makan, ga punya kerja, ga punya keluarga (mungkin), dan ekstremnya - having some dissabilities, dll.. dll.. and all that stuck in your mind is: finding Mr. Right?!

LOL.

I know it's silly..

Tapi ya mo gimana lagi.. emang itu satu2nya masalah yang mengusik idup gue "-__-

Oiya again, ngomongin soal cowo, taun depan keknya kk saya mo merit. Dan kmaren kita berdua ngbrol2 (fyi dia cowo), kalo pada intinya merit/relationship itu masalahnya biasanya adalah:
- finansial
- perhatian/komunikasi

Udah, itu deh yang utama. Dipikir2 iya juga sih.. Kadang lo merit sama orang yang udah mapaaaan banget. Ga usah pusing deh mikirin duit, dia punya banyak. Tapi, dianya kurang perhatian. Jadinya nyari perhatian ke orang lain.. Berujung selingkuh.

Kadang ni duaan cintaaaa banget satu sama lain. Tapi lama2 kok ya duit berbicara ya? Ada cewe/istri yang ngerasa, "cowo/suami gue ini becus ga sih jadi laki? Kok gini2 aja kayaknya". Trus jadi menyinggung sisi kejantanannya deh, dst..dst... >>ini sih yang saya perhatiin dari orang2 skitar skaligus brita2 di tipi.

Tapi ada juga sih pasangan yang kayaknya co cuit banget mo udah tua skalipun. Hiks. Mau kayak gitu juga :'(

Kalo si doi yang skrg tipe yang pertama. Duit banyak, perhatian kurang. Hadeuh. *eh curcol deh gue :p


Sunday, October 14, 2012

PayPhone


I’m at a pay phone tryin’ to call home, all of my change I spent on youWhere have the times gone, baby it’s all wrong, where are the plans we made for twoYeah, I, I know it’s hard to remember, the people we used to beIt’s even harder to picture that you’re not here next to meYou say it’s too late to make it, but is it too late to tryAnd in that time that you wasted, all of our bridges burned downI’ve wasted my nights, you turned out the lights, now I’m paralyzed, still stuck in that time, when we calledit love, but even the sun sets in paradise
I’m at a pay phone tryin’ to call home, all of my change I spent on youWhere have the times gone, baby it’s all wrong, where are the plans we made for twoIf happy ever afters did exist, I would still be holding you like thisAll those fairy tales are full of shitOne more fucking love song I’ll be sickOh, you turned your back on tomorrow ‘cause you forgot yesterdayI gave you my love to borrow, but you just gave it awayYou can’t expect me to be fine, I don’t expect you to careI know I said it before, but all of our bridges burned downI’ve wasted my nights, you turned out the lights, now I’m paralyzed, still stuck in that time, when we calledit love, but even the sun sets in paradise
I’m at a pay phone tryin’ to call home, all of my change I spent on youWhere have the times gone, baby it’s all wrong, where are the plans we made for twoIf happy ever afters did exist, I would still be holding you like thisAnd all those fairy tales are full of shitOne more fucking love song I’ll be sickNow I’m at a pay phone
Man fuck that shitI’ll be out spending all this money while you’re sittin’ round wondering why it wasn’t you who came upfrom nothin’Made it from the bottom now when you see me I’m stuntin’And all of my cars start with a push of a buttonTelling me I changed since I blew up or whatever you call itSwitch the number to my phone so you never could call itDon’t need my name on my shirt, you can tell that I’m ballinSwish, what a shame could of got pickedHad a really good game but you missed your last shot, so you talk about who you see at the top or what youcould of saw but sad to say it’s over forPhantom pulled up valet open doorsWished I’d go away got what you was lookin forNow it’s me who they want so you can go and take that little piece of shit with you
Yeah, I’m at a pay phone tryin’ to call home, all of my change I spent on youWhere have the times gone, baby it’s all wrong, where are the plans we made for twoIf happy ever afters did exist, I would still be holding you like thisAnd all these fairy tales are full of shitYeah, one more fucking love song I’ll be sickNow I’m at a pay phone

Sunday, October 7, 2012

The One and Only Thing

that makes you:
- dumb
- super happy sometimes
- super sad sometimes
- mellow
- romantic
- insecure
- giggle
- pathetic
- cry
- laugh out loud
- dumb (again)
- super dumb

u know what it is

and I'm not sure whether I like this feeling or not

maybe I like it

I just don't like the after-effects

Sunday, September 30, 2012

This 2 weeks..

Just realized how many things happened in only 2 weeks..

I've learned many things

Primarily, how to handle my own emotion

And try to advising my (own) self..

Cause no matter what people advise you to do.. In the end of the day, it is YOU only who can handle it.

AGREE.

Last but not least,

I keep these words to remind me everytime:

"It takes two to tango"

Thursday, September 13, 2012

Hi Heart..

Sorry to disturb you once again..
You must be bored of not exercising lately?
Now I will need you to work again :)
Sorry if in the end of the day you will break again
But it's better than feeling nothing at all, right? :)


Saturday, August 4, 2012

Yeah, careless ME! (part 2) *Info about US Visa*

Sebenernya postingan kali ini lumayan bermanfaat untuk informasi aplikasi visa juga, kalau2 ada yang berencana membuat visa US (yang alkisah paling sulit untuk didapet). Tapi juga, postingan kali ini masih berhubungan dengan postingan yang sebelumnya, dimana saya menceritakan tentang betapa cerobohnya saya akhir-akhir ini *fyuhh

Jadi ceritanya bermula ketika saya berencana untuk apply visa US. Perlu diketahui bahwa (dan hal2 yang akan saya tulis dsini pun sbnarnya merupakan hasil browsing internet dan bertanya ke orang2 lain yang sudah pengalaman), bahwa visa Amerika untuk business trip maupun vacation, berlaku selama 5 tahun. Wow, cukup lama ya? Karena itu banyak juga rekan2 di kantor yang bilang ke saya, "lumayan banget tuh 5 tahun kan dapetnya. Makanya memang agak susah dapetnya". Selain itu, tahap2 umum dalam proses aplikasi visa Amerika adalah antara lain:
1. Membayar visa fee.
 Pada saat saya mengetik tulisan ini, visa fee untuk ke Amerika adalah sebesar Rp 1.520.000,- Dan for the record, ketika gagal mendapatkan visa setelah interview (rejected, in other word), applicant tidak akan mendapatkan uangnya kembali. *huft! Nah uang untuk membayar proses pembuatan visa ini pun hanya dapat ditransfer ke dua bank saja, yaitu Bank Permata atau Standard Chartered. Proses pembuatan visa saya dibantu oleh kantor tempat saya bekerja, maka untuk transfer-mentransfer sedikit terbantu. Ketika sudah membayar, jangan lupa untuk menyimpan bukti pembayaran! Ini sangat penting, karena bukti ini akan menjadi dokumen yang disertakan pada saat wawancara

2. Foto
Sebenernya secara pribadi saya heran, kenapa seluruh dunia menerapkan syarat foto visa yang berbeda2. Andaikata hanya ada 1 syarat pas foto untuk visa, tentunya segala tetek bengek administrasi visa akan menjadi lebih damai. Nah untuk kasus yang satu ini, ukuran dan prasyarat foto visa harus benar2 tepat, karena ketika ada kesalahan sedikiit saja, anda disuruh kembali lagi saat wawancara (and it happened loh, waktu saya ngobrol2 dengan salah satu applicant di embassy sana). Fotonya ukuran 5x5cm dengan latar belakang putih, dan syarat2 detilnya bisa dilihat disini. Oh ya, sebenernya untuk syarat prasyarat udah sangat lengkap diinformasikan di website resmi kedubes Amerika. Kenapa saya sebut foto ini sebagai tahapan kedua? Karena nantinya pada saat mengisi form DS-160, dibutuhkan juga foto tersebut.

3. Mengisi online form DS-160
Bisa dilihat disini
Hal penting mengenai pengisian form ini adalah, harus sejujur2nya, tidak boleh bohong entah apalah paspor anda pernah hilang/tidak, visa US anda pernah hilang/tidak, dsb. Karena kalau ketahuan bohong, pretty sure aplikasi akan ditolak *huft again!
Dalam mengisi form tidak harus selesai hari itu juga. Pada saat mengisi form, applicant akan mendapatkan kode, dan kode tersebut bisa dipakai untuk membukanya kembali kapanpun anda akan melanjutkan pengisian. Oh iya, ketika pengisian sudah fix dan selesai, submit, dan akan dapat lembar konfirmasi untuk DS-160. Lembar ini juga harus dibawa pada saat wawancara.

4. Membuat appointment untuk wawancara
Untuk proses ini saya dibantu oleh pihak kantor tempat saya bekerja. Tapi pada umumnya, appointment yang dibuat oleh pribadi, dapat memakan waktu kurang lebih seminggu (minimum). Dari proses inipun nantinya akan didaptkan lembar konfirmasi untuk appointment wawancara. Daaan, yap, penting untuk dibawa saat hari H

5. Menyiapkan dokumen2
Standard sebenernya. Selain foto, lembar konfirmasi DS-160 dan konfirmasi janji wawancara, bukti pembayaran, juga dibutuhkan dokumen2 standard seperti : sponsor letter (jika disponsori suatu perusahaan), rekening koran/buku tabungan, itinerary perjalanan, KTP,KK,akte lahir, daann..data2 lainnya yang akan mensupport bukti perjalanan anda. Oh iya, PASPOR! paling penting, dan smua dibawa termasuk paspor lama. Kalau sepengalaman saya, karna sudah ada sponsor letter, saya hanya perlu menunjukan Paspor, lembar konfirmasi, dan foto saja. Surat sponsor dari prusahaan ini sangat2 "sakti" karna dengan adanya surat ini, embassy udah ga butuh info tentang brapa jumlah uang saya di bank *mari qta bilang haleluyah

6. Get ready for The Day
Pengalaman saya, saya dijadwalkan wawancara jam 8 pagi, yang mana teman kantor saya sudah mengingatkan dari awal, "kalo gw bilang, lo udah harus ada disana jam stg 7, Sheil". Pikiran saya saat itu:"elah lebay amat undangan jam 8 dateng stg7. Tapi okelah, I'll try my best.". Nah emang dasar clumsy, saya brusaha dateng pagi juga, ujung2nya sampai embassy jam 7 pagi. Satu hal yang bodoh (lagi), saya benar2 ngga survey atau mencari tau dimana letak embassy tersebut, dan lain hal sebagainya. Dengan cueknya saya menuju kesana sambil nyetir mobil sndiri (kenapa ga naxi aja coba), dan sampai di depan embassynya,"JDERR", ternyata itu tuh bener2 di jalan protokol yang ga ada lahan parkirnya. Dan lebih paniknya lagi, jam sgitu itu antriannya puanjaaaangg.. Banyak petugas keamanan di depan embassy sambil membawa senapan. Saya buka aja kaca jendela mobil dan nanya,"pak, parkirnya dimana ya?". Security,"di Gambir, mbak". Yaelah, tau kannn gw Gambir dimana. Mana panik pula ngeliat antrian udah panjang. Mau tau kepintaran saya selanjutnya? Bebas aja saya parkir skitar 50 meter dari embassy, di pinggir jalan protokol itu juga. Waktu itu sih, banyak mobil lain yang parkir di jalan itu, jadi saya sebodo amat yang penting ngga telat wawancara. Dan lagi, karna saya ingat teman saya bilang kita ngga boleh bawa benda apapun ke dalam embassy (kecuali dokumen), jadilah saya tinggal semua dompet, HP, dan barang2 lainnya di mobil (another smart action, Sheila)

Proses ngantri di luaran embassy sampai masuknya cukup panjang juga. Memakan waktu kurang lebih stg jam lebih, dan di luar sudah diperiksa dokumen utama, seperti: konfirmasi janji wawancara (print), paspor. Di luar juga diperiksa barang2 elektronik atau apapun yang ada fungsi remote controlnya, dan diingatkan untuk dititipkan nantinya. Saat sudah sampai giliran masuk ke dalam area embassy, smua barang tadi dititipkan dan kita diberi nomor (jangan sampai hilang). Hal inilah yang membuat saya kemudian berpikir, "hell, knapa tadi gua tinggal di mobil ya? bawa aja trus dititip dsini mustinya". Setelah menitipkan smua barang2, qta masuk ke dalam area yang cukup luas, dan di kejauhan tampak kursi2 panjang dengan banyak orang yang mengantri sambil duduk di kursi2 tersebut. Rupanya mereka mengantri di loket2 tertentu (ada 4 loket), dan diwawancara disitu. Suatu ketika, salah 1 petugas di loket pun memberikan pengumuman,"bapak2 ibu2 yang mengantri, tolong dipersiapkan dokumen2nya, lembar konfirmasi wawancara, lembar konfirmasi DS-160, foto, dan paspor. Dokumen lainnya tidak usah ditunjukkan, dan jika anda maju tanpa persiapan, kami akan meminta anda mengantri lagi dari belakang." Sampai di depan loket, saya cuma dimintai dokumen2 tadi (saya lupa ditanyai apa saja, kalau tidak salah, bukan ssuatu yang krusial). Selesai dari loket tersebut, saya diberikan kartu yang bertuliskan nomor. Saya agak bingung, "loh ini blom slesai toh?" saya kira wawancaranya itu tadi "-___-, ternyata loket tersebut hanyalah 1 langkah dari langkah2 wawancara visa selanjutnya. Selesai diberi nomor, kita dipersilahkan masuk ke suatu pintu yang berisikan kursi2 tempat orang mengantri (lagi). Bedanya, di tempat ini ada yang berjualan minuman dan makanan. Di tempat ini pula saya berkesempatan berkenalan dengan beberapa orang dan ngobrol sdikit2. Salah 1 pelamar ngobrol dengan saya tentang transportasi ke embassy. Saya pun bercerita bahwa saya kebingungan untuk parkir mobil, dan akhirnya parkir di jalan raya saja. Dia bilang,"wah, hati2 lho. Mobilnya bisa aja diderek atau digembok. Kalo digembok, buka gemboknya bisa 300ribuan"
"Celaka 12!" pikir saya saat itu. Kok saya ga kepikiran itu sama skali yah? Dan saya tidak menyangka prosesnya akan cukup lama, kalau cuma satu jam mungkin mobil saya tidak akan kenapa2. Waduh.. jadilah saya harap2 cemas di dalam embassy. Cemas memikirkan visa saya, cemas pula memikirkan mobil. Ketika akhirnya nomor antrian dipanggil, saya pun masuk ke dalam ruangan yang lain. Di dalam ruangan itu ada skitar 8-10 loket. Ketika akhirnya nomor saya dipanggil, ternyata hanya untuk diambil sidik jarinya terlebih dahulu. Stelahnya, harus menunggu lagi untuk dpanggil wawancara. Banyak ya stepnya?
Yang melayani proses wawancara umumnya orang luar. Saat nomor kelompok saya dipanggil untuk wawancara, orang yang diwawancara sebelum saya tampaknya mengalami sedikit kesulitan. Namun memang orang itu saya rasa agak aneh, karena dia menyebutkan alasan ke Amerika,"ya kalau sekarang sudah ada uang, mau jalan2". Kalau tidak salah, visanya ditolak. Saya kira waktu itu, ini yang akan mewawancara saya tampaknya orangnya kurang ramah. Tapi ternyata tidak. Ini kira2 perbincangan saya dengannya,"
Saya: Good morning
Officer: Good morning. (....) Why do you want to go to US?
S: I want to attend technical review
O: What kind of technical review?
S: Technical review of deepwater field
O: (mengangguk). Where did you work before?
S: Oh, I'm a fresh graduate
O: Where did u study?
S: (Institut .....)
O: What did u study there (yang mana dengan geernya saya salah denger, saya kira dia memuji skolah saya, jadi saya jawab, "thank you", akhirnya dia menanyakan pertanyaan yg sama untuk kedua kalinya
S: Geophysical Engineering
O: Have you always wanted to work in Oil and Gas?
S: Yes
O: Do u have family in US?
S: No.
O: Ok, you got ur visa (kalo ga salah ni kata2nya, saya lupa juga, intinya permohonan visa saya diterima dan diberikan kertas berwarna putih)

Wah ternyata gampang sekali! Yah memang untung2an sih. Kalo menurut saya, kenapa wawancara saya lancar, karena:
1. Saya wanita. Biasanya wanita memang lebih tidak dicurigai untuk ke US, kecuali kalau alasannya tidak jelas. Umumnya wanita ditolak permohonan visanya, lebih karena bukti finansial.
2. Saya punya sponsor letter dari perusahaan, untuk mendukung finansial saya disana
3. Saya tidak memiliki nama yang mencurigakan. Saya diinformasikan teman, bahwa ketika mereka mewawancarai kita, mereka memasukkan nama kita ke dalam sistemnya, dan ketika ada banyak nama yang sama dengan nama kita dan "dicurigai", maka proses nya akan menjadi semakin rumit. Kemungkinan akan diberikan kartu kuning, yang berarti visa tidak ditolak, namun butuh waktu lebih untuk memeriksa dokumen lebih lanjut. Bisa2 proses ini memakan waktu bulanan, atau bahkan seterusnya. (Kadang tanpa alasan yang jelas)
4. Saya tidak gugup, dan berbicara dengan bahas Inggris. Somehow saya rasa ini suatu keuntungan juga dalam wawancara tersebut. Pewawancara menjadi semakin yakin dengan kita.

Oh iya, FYI saat saya selesai wawancara, jam menunjukkan pukul 10 atau 11 gitu. Agak lupa. Kurang lebih 3 jam berarti..
Selesai wawancara dengan hati gembira, saya kemudian dihantui oleh kecemasan lainnya. Bagaimana kabar mobil saya???
Benar saja, keluar dari embassy, saya berjalan berpuluh2 meter dan TIDAK MENEMUKAN tanda2 keberadaan mobil saya!!! Ahhh panik saya dibuatnya. Saya tanya satpol PP di depan jalan tersebut, mereka pun bilang kalau mereka tidak tau apa2. Saya pun menyusuri sepanjang jalan tersebut dengan berbekal high heels. Mana saya ngga bawa dompet atau HP saya! Ahh
Cukup lama saya mondar mandir, panik namun agak berlagak cool, sampailah saya pada pos DISHUB. Disana bapak2nya tertawa (yang mana membuat saya, ntah mengapa, sedikit lega), dan bilang,"di sana mbak. Di IRTI, seberang. Inikan peraturan pemerintah ya mbak, tidak boleh parkir di pinggir jalan ini. Saya: iya pak, maaf banget. Saya tadi sudah buru2 soalnya, ngga tau mau parkir dimana.
Dengan perasaan lega campur aduk cemas, saya buru2 menyetop bajaj yang kebetulan kok ya lewat di depan saya. "Pak, ke IRTI."
"Mau ambil mobil ya mbak?"
"Iya"
*sampai di depan IRTI...
"Mobilnya dimana mbak?"
"Nah itu pak, saya juga gatau mobil saya dimana". Dan seriusan, di sana itu parkiran guedee dengan buanyaaak mobil. Bingung kaga lu.
"Coba cari yang ada DISHUB2nya deh pak"
"Itu DISHUB neng"
eaaaaa,,, benar saja. Saya pun melihat mobil saya dari kejauhan. HALELUYAH!! EUREKA! *ga nyambung*
Berhenti dari bajaj, "brapa pak?"
"15rb aja"
"cuma ada 11 rb nih", lalu saya langsung turun. Di dekat mobil saya bertengger, saya melihat ada dua bapak2 ntah mas2 lagi berbincang. Gugup, saya bertanya,"Permisi pak, mobil saya kan.. di sini...", waktu itu saya kira mereka tau soal mobil saya yang diderek.
Bapak2:" ya? kenapa mbak? Oh.. mbak parkir disini? Itu pintu keluarnya mbak"
EALAAHHH.., ternyata mereka ngga tau menahu soal itu mobil yang diderek "-_____-
Saya: "Eh iya pak, makasi"
*buru2 cabut bawa kabur mobil dari IRTI

Saya gatau pengalaman ini pengalaman keberuntungan atau kesialan. Hahahaha... Yang jelas pulang2 dalam keadaan lega+hepi, dan masi sport jantung! Anggap saja Tuhan masi sayang sama saya :')
Lesson learned (again!), by the way...