One said, you can't really change someone. If there's one thing you can change, that's only yourself.
Fairly noted.
Other said, if you love someone, you have to ignore their weakest point and focus on other good things from them. If it's concluded by one of my friends, he said, "you can either sink or swim. Meaning, you accept him as the way he (always) be, or, choose to swim away."
In other way of saying, people need to be accepted as what they already are. Well, you can communicate how you feel towards that condition, but really nothing you can do much about that.
Sunday, March 31, 2013
Tuesday, March 26, 2013
D-vorce
Kalo ada yang ngefollow saya di Path maupun di Twitter, beberapa saat lalu saya sempat sering mengomentari pemberitaan beberapa artis yang kawin-cerai. Yah, namanya juga artis (katanya), kawin-cerai itu mah biasa..
Ya emang sih.. Tapi yang bikin saya agak surprised adalah yang akhir-akhir ini kawin cerai adalah artis2 yang notabene sudah melangsungkan kehidupan perkawinan selama bertahun-tahun. Ada yang bahkan anaknya sudah remaja.
Terus terang saya sedih kalo membaca pemberitaan seperti itu. Kenapa? Karena hal2 seperti itu jadi membuat saya berpikir.. Apa sebenernya harapan hidup berkeluarga dengan 1 orang yang sama seumur hidup itu semakin kecil?
Ada lagi orang kantor (expatriat) yang kabarnya mau cerai dari istri ketiganya (yea I know) yang beda usianya cukup jauh. Walaupun, sekali lagi, usia perkawinan mereka sudah cukup lama, 10 tahunan. Kalau kata teman saya yang lain, "well, anyway, who can be with the same person for that long?". Gausah diitung sih kata2nya dia, secara, orangnya juga sudah 47 tahun dan masih bujangan. Katanya lagi, "I don't need that. I can be with any chicks any time". *sigh
Tapi, sebenernya, kata2 dia itu ada benernya dikiiit.. Namanya perkawinan itu kan berarti yang sebelumnya lo hidup sendiri (take care of yourself only, be responsible of yourself only, do anything that you like) jadi hidup bersama orang lain. Dan ga bisa yang sekonyong2, "terserah lo, gw sih maunya gini". Mau ngga mau semuanya harus kompromi, menyamakan visi, misi, dll. Dan most of the times ketemunya orang itu lagi. Jujur kalo saya saat ini, masi iya-iya-nggak, kalo memikirkan hidup seperti itu. Bukan ngga mau, saya cuma ngga percaya diri aja. I'm afraid I'll screw it up somehow.
Suatu hari juga saya ngobrol dengan si dia. Saya bilang, kenapa ya orang jaman sekarang lebih mudah give-up on things like that? Orang jaman dulu (sebut saja nenek2 saya), pacaran ngga kayak sekarang (ngapelnya cuma diapelin ke rumah, ngbrol2 dikit), nikah, suaminya ada yang suka judi, ada yang suka marah2, ada yang main tangan, sampai selingkuh juga iya. eh.. tapi awet2 aja loh. Kalo menurut saya sih kalo namanya main tangan atau selingkuh itu udah BIG NO banget sih. Amit2lah smoga ngga sampai yaa...
Kata dia, yah jaman dulu sama jaman sekarang emang beda. Jaman dulu orang masi menganggap kalo cerai itu hal yang cukup taboo. Bagaimana pandangan orang akan seseorang yang bercerai, anaknya hidup di keluarga broken home, dst. Sedangkan sekarang, hal itu sudah cukup lazim, sehingga orang pun menjadi berpikir lebih ke kebahagiaan dirinya daripada harus berkompromi akan suatu hal yang jelas-jelas hanya memperberat hidupnya.
Hemm.. again, banyak hal yang mendasari itu semua. Kadang kita bisa menghibur diri dengan berkata "mungkin dia memang bukan jodoh saya". Mungkin. Mungkin juga diri ini yang kurang paham dengan inti dari "for better for worse, for richer for poorer, in sickness and health, to love, cherish, and to obey, till death do us apart"
Ya emang sih.. Tapi yang bikin saya agak surprised adalah yang akhir-akhir ini kawin cerai adalah artis2 yang notabene sudah melangsungkan kehidupan perkawinan selama bertahun-tahun. Ada yang bahkan anaknya sudah remaja.
Terus terang saya sedih kalo membaca pemberitaan seperti itu. Kenapa? Karena hal2 seperti itu jadi membuat saya berpikir.. Apa sebenernya harapan hidup berkeluarga dengan 1 orang yang sama seumur hidup itu semakin kecil?
Ada lagi orang kantor (expatriat) yang kabarnya mau cerai dari istri ketiganya (yea I know) yang beda usianya cukup jauh. Walaupun, sekali lagi, usia perkawinan mereka sudah cukup lama, 10 tahunan. Kalau kata teman saya yang lain, "well, anyway, who can be with the same person for that long?". Gausah diitung sih kata2nya dia, secara, orangnya juga sudah 47 tahun dan masih bujangan. Katanya lagi, "I don't need that. I can be with any chicks any time". *sigh
Tapi, sebenernya, kata2 dia itu ada benernya dikiiit.. Namanya perkawinan itu kan berarti yang sebelumnya lo hidup sendiri (take care of yourself only, be responsible of yourself only, do anything that you like) jadi hidup bersama orang lain. Dan ga bisa yang sekonyong2, "terserah lo, gw sih maunya gini". Mau ngga mau semuanya harus kompromi, menyamakan visi, misi, dll. Dan most of the times ketemunya orang itu lagi. Jujur kalo saya saat ini, masi iya-iya-nggak, kalo memikirkan hidup seperti itu. Bukan ngga mau, saya cuma ngga percaya diri aja. I'm afraid I'll screw it up somehow.
Suatu hari juga saya ngobrol dengan si dia. Saya bilang, kenapa ya orang jaman sekarang lebih mudah give-up on things like that? Orang jaman dulu (sebut saja nenek2 saya), pacaran ngga kayak sekarang (ngapelnya cuma diapelin ke rumah, ngbrol2 dikit), nikah, suaminya ada yang suka judi, ada yang suka marah2, ada yang main tangan, sampai selingkuh juga iya. eh.. tapi awet2 aja loh. Kalo menurut saya sih kalo namanya main tangan atau selingkuh itu udah BIG NO banget sih. Amit2lah smoga ngga sampai yaa...
Kata dia, yah jaman dulu sama jaman sekarang emang beda. Jaman dulu orang masi menganggap kalo cerai itu hal yang cukup taboo. Bagaimana pandangan orang akan seseorang yang bercerai, anaknya hidup di keluarga broken home, dst. Sedangkan sekarang, hal itu sudah cukup lazim, sehingga orang pun menjadi berpikir lebih ke kebahagiaan dirinya daripada harus berkompromi akan suatu hal yang jelas-jelas hanya memperberat hidupnya.
Hemm.. again, banyak hal yang mendasari itu semua. Kadang kita bisa menghibur diri dengan berkata "mungkin dia memang bukan jodoh saya". Mungkin. Mungkin juga diri ini yang kurang paham dengan inti dari "for better for worse, for richer for poorer, in sickness and health, to love, cherish, and to obey, till death do us apart"
Monday, March 25, 2013
PMS
Seorang teman (cowo) pernah bilang ke saya,
P dari PMS itu kepanjangan dari Pre, Pas, sama Pasca. Intinya teh, cewe itu PMS tiap saat!
Haha.. boleh dibilang betul.. (tersipu malu). Kadang kalo saya lagi sensitif atau bawaannya keseell gitu, saya suka mikir, "PMS nih kali ya". Pas liat tanggal, "lah prasaan gw baru aja dapet. Wkwkwk"
Tapi hari ini boleh dibilang saya sedang cukup sensitif(sama pacar). Walaupun kayaknya dia pun ga sadar.
Kayaknya jadi lebay gitu deh, trus curcol ke temen.. Katanya, "lagi PMS mungkin?"
Hemm.. liat tanggalan, iya juga sih. Kira2 seminggu lagi dapetnya. (excuse)
Liat blog ini sbulan lalu juga saya lagi galo2 ga jelas. Nah! Bener kalo gitu.. PMS!
P dari PMS itu kepanjangan dari Pre, Pas, sama Pasca. Intinya teh, cewe itu PMS tiap saat!
Haha.. boleh dibilang betul.. (tersipu malu). Kadang kalo saya lagi sensitif atau bawaannya keseell gitu, saya suka mikir, "PMS nih kali ya". Pas liat tanggal, "lah prasaan gw baru aja dapet. Wkwkwk"
Tapi hari ini boleh dibilang saya sedang cukup sensitif
Kayaknya jadi lebay gitu deh, trus curcol ke temen.. Katanya, "lagi PMS mungkin?"
Hemm.. liat tanggalan, iya juga sih. Kira2 seminggu lagi dapetnya. (excuse)
Liat blog ini sbulan lalu juga saya lagi galo2 ga jelas. Nah! Bener kalo gitu.. PMS!
Thursday, March 14, 2013
"Aww" moment
S: And why **** can stay here that long?
H: Bcause he is a Manager, he can stay here as long as he wants to. Hmm.. let's see, maybe I can do it when I become the same PSG as him.
S: Do u want to stay?
H: Yes. Why not. You're here
***
H: I'm thinking about a trip in June, July, August. About 3-4 trips.
S: Trip with who?
H: The girl behind you. Who do u think I'm talking to now?
S: Huehehihii *giggling*, I didn't expect you to think bout that
H: Well I guess I have to work on it, not just sit there and expect it to happen
***
H: I don't like people gossiping. It's like they don't have another thing to do
S: Well I have problem if they're gossiping about something that's not true. But if it's true, it's okay
H: It doesn't matter if it's true or not, Sheila. If I heard people talking bad about you, I'll punch them on the face
***
Seriously, who doesn't want to squeeze this adorable creature who acts like he doesn't give a damn, but actually cares more than anyone else..
Monday, February 25, 2013
Lagi-lagi..
Well first of all I do really hope the reader of my blog are not judgemental people.. Maksudnya judgemental kalo ngeliat isi blog ini kok keknya kitu2 wae. Hahhaa... yaudahlahyaaa...
So, anyway, at this very moment I GOT to be honest that I'm not really happy. Though I know my happiness is always in unstable state. Jadi detik ini sedih, sedetik kemudian hepi.. dst.. dst
I don't really understand this, but maybe I kinda have this personality or habit untuk mengasihani diri sendiri. Ohya kalo blom pada tau, saya ini punya kepribadian lain di diri saya, yang bisa kita sebut saja Miss Wise and Miss Idiot. Miss Wise really knows what is right and what is wrong. Dia pinter banget ngasi advice ke orang lain (sebut aja masta nya dunia persilatan) dan paliiiiing benci sama Miss Idiot yang ga pernah mau dengerin dia. Well sebenernya ga bener2 gamau dengerin sih. Miss Idiot bakal bilang "ooohh.. gitu yaa.. ngerti gue.. ngerti2... oke deh" lalu semenit kemudian dia lupa aja gituh sama kata2 Miss Wise dan bakal (lagi2) bertindak seenak udelnya (yang most of the time pasti salah!). Kalo kata Miss Idiot "yaudah sih inilah diri gue, dan gue gak nyaman aja kalo ngga bertindak sesuai hati gue". Udah gitu ni Miss Wise bakal bales "tolol lo! percuma gue ngasi tau lo sampe berjam2, berhari2 ampe berbusaaa juga lo masuk kuping kiri kluar kuping kanan. Daripada dengerin gue nihhh yang udah jelas bener, malah lo nanya kanan kiri lo. Which mungkin some of them bener juga kek gue, tapi most of them are definitely dumbass kek lo. Yaudahlahyaaa, terserah deh terseraah. Tapi kalo sakit ati, I just wanna say "I told you!""
Kira2 gitu gambaran pribadi saya, yang mungkin banyak orang lain juga merasakan hal yang sama.
The truth is, I can't really help it. Ngga bisa nahan diri untuk ga bertindak bodoh itu tadi. What was even worse, saya slalu kehilangan arah, denger si A, denger si B, dan ujung2nya berubah2 state of mind aja gitu sesuai masukan mereka.
Ah, entahlah..
So, anyway, at this very moment I GOT to be honest that I'm not really happy. Though I know my happiness is always in unstable state. Jadi detik ini sedih, sedetik kemudian hepi.. dst.. dst
I don't really understand this, but maybe I kinda have this personality or habit untuk mengasihani diri sendiri. Ohya kalo blom pada tau, saya ini punya kepribadian lain di diri saya, yang bisa kita sebut saja Miss Wise and Miss Idiot. Miss Wise really knows what is right and what is wrong. Dia pinter banget ngasi advice ke orang lain (sebut aja masta nya dunia persilatan) dan paliiiiing benci sama Miss Idiot yang ga pernah mau dengerin dia. Well sebenernya ga bener2 gamau dengerin sih. Miss Idiot bakal bilang "ooohh.. gitu yaa.. ngerti gue.. ngerti2... oke deh" lalu semenit kemudian dia lupa aja gituh sama kata2 Miss Wise dan bakal (lagi2) bertindak seenak udelnya (yang most of the time pasti salah!). Kalo kata Miss Idiot "yaudah sih inilah diri gue, dan gue gak nyaman aja kalo ngga bertindak sesuai hati gue". Udah gitu ni Miss Wise bakal bales "tolol lo! percuma gue ngasi tau lo sampe berjam2, berhari2 ampe berbusaaa juga lo masuk kuping kiri kluar kuping kanan. Daripada dengerin gue nihhh yang udah jelas bener, malah lo nanya kanan kiri lo. Which mungkin some of them bener juga kek gue, tapi most of them are definitely dumbass kek lo. Yaudahlahyaaa, terserah deh terseraah. Tapi kalo sakit ati, I just wanna say "I told you!""
Kira2 gitu gambaran pribadi saya, yang mungkin banyak orang lain juga merasakan hal yang sama.
The truth is, I can't really help it. Ngga bisa nahan diri untuk ga bertindak bodoh itu tadi. What was even worse, saya slalu kehilangan arah, denger si A, denger si B, dan ujung2nya berubah2 state of mind aja gitu sesuai masukan mereka.
Ah, entahlah..
Wednesday, February 13, 2013
Typical Break-Up
1. Delete Facebook atau unfollow social media lainnya
2. Delete nomer hp
3. Buang foto2 bareng, buang barang2 yang pernah dikasih (kecuali bener2 guna)
4. Pujian2 di depan temen brubah jadi cacian
5. dst.. *mikir dulu
Isn't it funny how you feel so close to someone and adore him/her that much and want to be next to them anytime and want to hear from them everyday and feel like you gonna miss something important if you pass the day without them, and next time you just want to do CTRL-Shift-Del to them?
Love is ironic and I'm still trying to understand this kind of irony. While doing this.. I kinda realize he doesn't have any social media (good baby, good ;p), and we still don't have any pic together. I think I'm being too safe for this matter now
Anyway, until next post ;)
2. Delete nomer hp
3. Buang foto2 bareng, buang barang2 yang pernah dikasih (kecuali bener2 guna)
4. Pujian2 di depan temen brubah jadi cacian
5. dst.. *mikir dulu
Isn't it funny how you feel so close to someone and adore him/her that much and want to be next to them anytime and want to hear from them everyday and feel like you gonna miss something important if you pass the day without them, and next time you just want to do CTRL-Shift-Del to them?
Love is ironic and I'm still trying to understand this kind of irony. While doing this.. I kinda realize he doesn't have any social media (good baby, good ;p), and we still don't have any pic together. I think I'm being too safe for this matter now
Anyway, until next post ;)
Sunday, February 10, 2013
Like this!
Recently did web surfing until I found interesting blog
I spotted on one of the article which basically says,
Recent studies confirm a fact that many people—particularly female comedians—have known for years. When women say they want a guy with a “sense of humor,” they mean they want a guy who makes them laugh. When men say they want a girl with a sense of humor, they want a girl who laughs at their jokes.
LOL
I spotted on one of the article which basically says,
Recent studies confirm a fact that many people—particularly female comedians—have known for years. When women say they want a guy with a “sense of humor,” they mean they want a guy who makes them laugh. When men say they want a girl with a sense of humor, they want a girl who laughs at their jokes.
LOL
Subscribe to:
Posts (Atom)