Sesaat yang lalu saya bengong, buka software, ya buka twitter, email, dan berbagai "perkakas" lainnya, menatap dinding, bengong lagi, dan tiba2 mikir,
"ya ampun, sekarang gue orang kantoran donk"
Bukannya norak atau gimana, tapi saya cuma tiba2 ngerasa aneh aja. Kayaknya beberapa taun lalu keadaan saya yang sekarang ini masih di awang2, masih mondar mandir di somewhere over the rainbow, yang kadang cuma selintas muncul di pikiran, tanpa tau kalo akhirnya, ya bakal seperti ini.
Banyak perasaan lalu lalang, antara lain:
1. Saya tambah tua
2. Saya udah bukan mahasiswa
3. Saya udah bukan tanggungan orang tua
4. Saya udah bisa melakukan sebagian besar keinginan saya tanpa harus meminta ijin orang tua
5. dan lain-lain
Ini baru kerja, blom ntar kalo udah merit, punya anak, pasti saya tambah bingung, percaya ngga percaya, ini beneran nyata apa nggak ya. Kok waktu berjalan diam2 menghanyutkan gini..
Thursday, March 31, 2011
Tuesday, March 29, 2011
Di musim kawin ini
tiba2 saya mikir,
kenapa wanita selalu menjadi pihak yang "pasti bakal nerima pinangan, tinggal nunggu sang pria ngelamar"
Kenapa jarang ada bagian dimana prianya harap2 cemas, ini lamarannya bakal diterima/ngga.
Kebanyakan nonton pelem sih saya, jadinya lihatnya adegan Aston Kutcher sama Jessica Alba di Valentine's Day..
Hohooo~
kenapa wanita selalu menjadi pihak yang "pasti bakal nerima pinangan, tinggal nunggu sang pria ngelamar"
Kenapa jarang ada bagian dimana prianya harap2 cemas, ini lamarannya bakal diterima/ngga.
Kebanyakan nonton pelem sih saya, jadinya lihatnya adegan Aston Kutcher sama Jessica Alba di Valentine's Day..
Hohooo~
Sunday, March 27, 2011
I found this post on my tumblr
and I like it :)
is not by telling bad words about you,
is not by poisoning you,
is not by cutting you into pieces,
is not by killing someone you love,
All i need is,
Proving that I am so much BETTER than you..
in so many ways
*) still on the go, yet pursuing it step by step
THE BEST REVENGE
is not by telling bad words about you,
is not by poisoning you,
is not by cutting you into pieces,
is not by killing someone you love,
All i need is,
Proving that I am so much BETTER than you..
in so many ways
*) still on the go, yet pursuing it step by step
Kemarin,,
tiba2 saya mikir..
saya ngga se-pemilih itu kok..
Toh, I'm not perfect either.. not even close..
"the guy I want,
is one whose text messaging will make me smile and scream inside"
that's it.
simple kan?
turns out it's not that simple, haha :D
saya ngga se-pemilih itu kok..
Toh, I'm not perfect either.. not even close..
"the guy I want,
is one whose text messaging will make me smile and scream inside"
that's it.
simple kan?
turns out it's not that simple, haha :D
Tuesday, March 22, 2011
Love= Right Timing ?
Pernah di suatu hari saya berpikir, ternyata yang namanya cinta itu tergantung banget sama yang dinamakan "timing".
Apa yang dimaksud dengan timing itu sndiri? (Time= waktu *dalam bahasa inggris). Maka seperti halnya masakan, anda perlu waktu yang eksak, tepat, untuk menghasilkan makanan yang sempurna :)
Saya benar2 menyadari hal ini, ketika suatu hari saya chatting dengan gebetan saya saat kuliah tingkat pertama. Chatting ini dilakukan ketika saya dan dia sudah lulus, dan dia sudah putus dari pacarnya yang terakhir. Dalam chatting tersebut saya bilang, bahwa dulu saya pernah suka sama dia (yang tidak saya bilang adalah.. bahwa dulu saya suka BANGET sama dia). Kalau mau tanya beberapa teman saya yang tau kejadiannya, waktu tingkat 1 itu saya benar2 tergila (mostly karena rambutnya yang saat itu gondrong dan badannya tinggi, hidungnya mancung ~halaaah). Dan saat2 saya ngefans sama dia itu lumayan lama lho.. Ya kira2 beberapa bulan gitulah. Karena memang tempat kuliah kita cukup jauh (1 kampus tp beda jurusan), dan jarang ketemu. Ketemu pun cuma basa basi gak penting (at least menurut dia, kalo menurut saya sih..penting banget!!) hahaha..
And you know what is important from this story? Sekarang saya tidak merasakan hal itu sama sekali. Yah memang dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti.. ternyata saya dulu sangat tidak mengenal dia. Jadi yang saya rasa saya "gilai" itu hanyalah sosok misteriusnya dia aja (which is so normal, wong emang jarang ketemu dan interaksi). Nah sekarang setelah saya kenal, perasaan ngefans itu berangsur2 menghilang. Bukan karna dia ngga baik, tapi emang semakin lama saya mengetahui kalo he's not really my type :D
Padahal kalo dibandingkan dengan dulu, sekarang kans saya dengan dia jadi jauh lebih besaar. Dia beberapa kali ngajak saya ibadah bareng (ya emang bukan "kencan" sih judulnya.. tapi tetep aja berdua doank), terus saya juga sering chat sama dia, smsan, pernah malah dia yang telpon saya. Ya tapi sejauh ini kami masih temen biasa aja sih.
Kalo saya simpulkan, hemm.. timingnya dah abis, bro. Coba ini kejadiannya pas dulu itu.. Pasti lain deh ceritanya ;)
Apa yang dimaksud dengan timing itu sndiri? (Time= waktu *dalam bahasa inggris). Maka seperti halnya masakan, anda perlu waktu yang eksak, tepat, untuk menghasilkan makanan yang sempurna :)
Saya benar2 menyadari hal ini, ketika suatu hari saya chatting dengan gebetan saya saat kuliah tingkat pertama. Chatting ini dilakukan ketika saya dan dia sudah lulus, dan dia sudah putus dari pacarnya yang terakhir. Dalam chatting tersebut saya bilang, bahwa dulu saya pernah suka sama dia (yang tidak saya bilang adalah.. bahwa dulu saya suka BANGET sama dia). Kalau mau tanya beberapa teman saya yang tau kejadiannya, waktu tingkat 1 itu saya benar2 tergila (mostly karena rambutnya yang saat itu gondrong dan badannya tinggi, hidungnya mancung ~halaaah). Dan saat2 saya ngefans sama dia itu lumayan lama lho.. Ya kira2 beberapa bulan gitulah. Karena memang tempat kuliah kita cukup jauh (1 kampus tp beda jurusan), dan jarang ketemu. Ketemu pun cuma basa basi gak penting (at least menurut dia, kalo menurut saya sih..penting banget!!) hahaha..
And you know what is important from this story? Sekarang saya tidak merasakan hal itu sama sekali. Yah memang dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti.. ternyata saya dulu sangat tidak mengenal dia. Jadi yang saya rasa saya "gilai" itu hanyalah sosok misteriusnya dia aja (which is so normal, wong emang jarang ketemu dan interaksi). Nah sekarang setelah saya kenal, perasaan ngefans itu berangsur2 menghilang. Bukan karna dia ngga baik, tapi emang semakin lama saya mengetahui kalo he's not really my type :D
Padahal kalo dibandingkan dengan dulu, sekarang kans saya dengan dia jadi jauh lebih besaar. Dia beberapa kali ngajak saya ibadah bareng (ya emang bukan "kencan" sih judulnya.. tapi tetep aja berdua doank), terus saya juga sering chat sama dia, smsan, pernah malah dia yang telpon saya. Ya tapi sejauh ini kami masih temen biasa aja sih.
Kalo saya simpulkan, hemm.. timingnya dah abis, bro. Coba ini kejadiannya pas dulu itu.. Pasti lain deh ceritanya ;)
Cukup Tau..
Sering gak sih kamu merasakan kecewa ke seseorang yang sudah kamu percaya? Kamu merasa dekat dengan dia, dan suatu hari tiba-tiba dia melakukan hal yang benar2 bikin kamu kaget, ngga percaya, "how dare you did that to me?!"
Saya pernah. Saya merasa seorang kawan yang satu ini sudah cukup dekat dengan saya (well..memang bukan sahabat sih), tapi tindak tanduknya benar2 menyerupai ular. Ketika ada sesuatu yang dirasanya penting, yang berhubungan dengan orang lain, maka dia bisa berubah menjadi sangaatt baik ke orang itu. Dan salah satu korbannya saat itu adalah saya. Saya cukup lama mengenalnya maka saya dapat mengenalnya jauh lebih baik sekarang.
Walaupun sekarang dia brusaha nampak baik di hadapan saya dan "menjilat" serta "berpalsu2" ria, saya sudah menetapkan dalam hati saya terdalam, "well.. cukup tau aja dulu. Saya ngga akan tertipu untuk kesekian kalinya. You're definitely not a good friend of mine. Not now or ever. "
So, that's it. Ini hanya untuk mengingatkan saya, sehingga di kemudian hari ketika saya mulai beranjak merasa dirinya baik, saya bisa mengingat kembali apa yang telah saya ketahui sebelumnya..
Saya pernah. Saya merasa seorang kawan yang satu ini sudah cukup dekat dengan saya (well..memang bukan sahabat sih), tapi tindak tanduknya benar2 menyerupai ular. Ketika ada sesuatu yang dirasanya penting, yang berhubungan dengan orang lain, maka dia bisa berubah menjadi sangaatt baik ke orang itu. Dan salah satu korbannya saat itu adalah saya. Saya cukup lama mengenalnya maka saya dapat mengenalnya jauh lebih baik sekarang.
Walaupun sekarang dia brusaha nampak baik di hadapan saya dan "menjilat" serta "berpalsu2" ria, saya sudah menetapkan dalam hati saya terdalam, "well.. cukup tau aja dulu. Saya ngga akan tertipu untuk kesekian kalinya. You're definitely not a good friend of mine. Not now or ever. "
So, that's it. Ini hanya untuk mengingatkan saya, sehingga di kemudian hari ketika saya mulai beranjak merasa dirinya baik, saya bisa mengingat kembali apa yang telah saya ketahui sebelumnya..
Thursday, March 17, 2011
Nganggur
Kalo mau diurutin dari hal2 yang pernah bikin saya stress, bisa diurutin sperti ini:
1. Patah Hati
2. Nganggur
3. TA
Haha.. yup, patah hati masih menempati urutan pertama, mengingat2 bahwa prasaan itu dulu bisa bener2 bikin saya hidup segan mati tak mau. But well, that's experience buddy.. So I can be more careful in the future..
Nah, kalo soal TA, ya itu sebenernya fun2 aja sih ngerjainnya.. Mungkin yang bikin stress ya prasaan "masa gue ga bisa"nya itu yang jadi membebani diri sendiri. Tapi yang saya paling inget, puncak ke-stress-an itu waktu saya udah bener2 desperate dengan software yang error mulu. Dan saya gatau gimana mengatasinya. Nanya ke dosen juga dia ga pernah pake softwarenya. Lagipula softwarenya bajakan "-___- jadi ya memang rentan error2 ga jelas. Mau minta license aslinya ke program studi F****a yang notabene dikasi sama si provider softwarenya, ehh.. mereka bilang mereka ga punya. Jaman2 itu saya bener2 stress sampe kepala rasanya mau meledakk..
Tapi emang serba aneh dan ajaib, ketika saya sudah putus asa seperti itu, softwarenya malah jalan. Aneh ya? Dan memang yang seru dari TA itu, di kala otak udah buntu sebuntu2nya, adaaaa aja ide yang tiba2 PLOP muncul di kepala. Wow
Lanjut, nah yang intinya mau saya bahas ini yaitu tentang Nganggur. Hadeuh *menyeka kringat*, kalau diingat2 lagi perasaan saya pada saat nganggur itu galaaaaauuu pisaaaaannn....
Banyak hal yang dipertaruhkan, masa depan (ini ntar saya bakal jadi apa?), prestasi, gengsi, kehidupan finansial,citacita, dan banyaaak deh pokonya..
Wujud dari kegalauan ini sampe tahap parahnya,
1. Bengong di atas ranjang, ga tidur, ga ngapa2in, menerawang, liat hp, berharap ada email/sms masuk dari orang2 yang nawarin pekerjaan *ngarep*
2. Sensi to the max. Diajak ngomong ortu atau kakak jawabnya slalu cenderung nyolot *maafkan sayaa T_T*
3. Penuh dengan negative thinking. Ini ga usah dijelasin lagi, intinya saya jadi benciii dengan banyak orang. Sampe2 malas eksis di dunia maya. Terutama sama yang suka nanya, "skarang udah kerja dimana? loh bukannya waktu itu udah ktrima di x?" WTF?! Dulu aja lo nanya2, skrg gue dah kerja nih, tanya donk!! *loh jd emosi* hahahaa...
Ya kira2 begitulah.. Yang jelas kalo saya menilik, sbagian besar orang yang pernah mengalami fase nganggur ini pernah merasakan kegalauan yang sama. Apalagi soal ke-eksisan di dunia maya, bisa jadi sangat menurun drastis (gamau online ym, gamau twitteran, gamau fban, dll..)
Walopun gt ga nutup kemungkinan juga ada orang yang menikmati masa2 nganggur itu (banyak juga sih temen2 saya yang ga terlalu mikirin kerja).
That's all.. intinya, bersyukur atas keadaan yang sekarang :)
1. Patah Hati
2. Nganggur
3. TA
Haha.. yup, patah hati masih menempati urutan pertama, mengingat2 bahwa prasaan itu dulu bisa bener2 bikin saya hidup segan mati tak mau. But well, that's experience buddy.. So I can be more careful in the future..
Nah, kalo soal TA, ya itu sebenernya fun2 aja sih ngerjainnya.. Mungkin yang bikin stress ya prasaan "masa gue ga bisa"nya itu yang jadi membebani diri sendiri. Tapi yang saya paling inget, puncak ke-stress-an itu waktu saya udah bener2 desperate dengan software yang error mulu. Dan saya gatau gimana mengatasinya. Nanya ke dosen juga dia ga pernah pake softwarenya. Lagipula softwarenya bajakan "-___- jadi ya memang rentan error2 ga jelas. Mau minta license aslinya ke program studi F****a yang notabene dikasi sama si provider softwarenya, ehh.. mereka bilang mereka ga punya. Jaman2 itu saya bener2 stress sampe kepala rasanya mau meledakk..
Tapi emang serba aneh dan ajaib, ketika saya sudah putus asa seperti itu, softwarenya malah jalan. Aneh ya? Dan memang yang seru dari TA itu, di kala otak udah buntu sebuntu2nya, adaaaa aja ide yang tiba2 PLOP muncul di kepala. Wow
Lanjut, nah yang intinya mau saya bahas ini yaitu tentang Nganggur. Hadeuh *menyeka kringat*, kalau diingat2 lagi perasaan saya pada saat nganggur itu galaaaaauuu pisaaaaannn....
Banyak hal yang dipertaruhkan, masa depan (ini ntar saya bakal jadi apa?), prestasi, gengsi, kehidupan finansial,citacita, dan banyaaak deh pokonya..
Wujud dari kegalauan ini sampe tahap parahnya,
1. Bengong di atas ranjang, ga tidur, ga ngapa2in, menerawang, liat hp, berharap ada email/sms masuk dari orang2 yang nawarin pekerjaan *ngarep*
2. Sensi to the max. Diajak ngomong ortu atau kakak jawabnya slalu cenderung nyolot *maafkan sayaa T_T*
3. Penuh dengan negative thinking. Ini ga usah dijelasin lagi, intinya saya jadi benciii dengan banyak orang. Sampe2 malas eksis di dunia maya. Terutama sama yang suka nanya, "skarang udah kerja dimana? loh bukannya waktu itu udah ktrima di x?" WTF?! Dulu aja lo nanya2, skrg gue dah kerja nih, tanya donk!! *loh jd emosi* hahahaa...
Ya kira2 begitulah.. Yang jelas kalo saya menilik, sbagian besar orang yang pernah mengalami fase nganggur ini pernah merasakan kegalauan yang sama. Apalagi soal ke-eksisan di dunia maya, bisa jadi sangat menurun drastis (gamau online ym, gamau twitteran, gamau fban, dll..)
Walopun gt ga nutup kemungkinan juga ada orang yang menikmati masa2 nganggur itu (banyak juga sih temen2 saya yang ga terlalu mikirin kerja).
That's all.. intinya, bersyukur atas keadaan yang sekarang :)
Wednesday, March 16, 2011
Patah Hati
image source: http://bit.ly/fFJPdp
Kemarin saat sedang ngelamun tiba2 saya mikir, "emm..Patah Hati? Sapa bilang patah hati gak bisa dihilangkan?"
Kadang di saat orang mengalami patah hati yang sedalam2nya, dia lalu berpikir, "gw ga bakal move on sampe kapanpun. Gimana ntar kalo gw selamanya kayak gini??"
Which is I say, "Bulls**t". Itu cuma pikiran2 sementara aja yang memang didasari melankolia, yang didukung oleh lagu2 melankolis pula, film2 yang mendukung pengalaman diri sendiri, dan lain2. Dan akui atau tidak, ketika patah hati, semua lagu tentang cinta dianggap mewakili perasaan, dan semua tempat yang dilewati mengingatkan akan kejadian2 tertentu, dan semua dan semuanya pokonya..
Itulah patah hati. Sakit tapi adiktif. Orang2 tertentu sebenarnya merasakan "kenikmatan" di balik rasa sakit itu. Perasaan melankolis berlebihan, menganggap dirinya adalah pusat dari segala drama yang ada di dunia..
But you know what is exact? It will last.. sooner or later :)
I have experienced it, and I feel absolutely silly when I look back at that time. Fyuhh.. Thanks a lot for my friends who always remind me. You are so true, mate :)
Behind God's Plan
Apa kamu tau rencana Tuhan? Tentu ngga kan.. Sering saya merasakan betapa rencana Dia jauh lebih luar biasa dibanding apa yang saya harapkan. Kadang ketika kita mengharapkan sesuatu dan ternyata hal itu tidak terwujud, muncullah pikiran2 seperti "ah nasibku emang jelek" atau "ah emang aku udah gagal" atau "knapa Tuhan membiarkan aku menjalani smua ini?"
Yang pada akhirnya (entah kapan) saya akan dengan sndirinya mengerti, "ya Tuhan, terima kasih karena pada waktu itu Engkau membiarkan ku melewati semua itu".
Contoh yang sangat2 sederhana saya alami baru2 ini (ini benar2 contoh kecil yang tidak ada apa2nya dibanding dengan kejadian besar lainnya yang pernah saya "rasakan" dari tanganNya):
Saya masih baru bekerja di kantor yang sekarang, dan saya belum terlalu memiliki banyak teman untuk bisa diajak makan siang bareng. Sebenernya masalahnya adalah,
1.Gengsi. Saya terlalu takut kalo ajakan saya ditolak orang. Saya pasti akan berpikir ribuan kali untuk kembali mengajak orang itu
2. Jaim. Saya paling peduli dengan pendapat orang. Jadi saya benar2 pilih2 soal teman makan ini. Saya maunya komunitas yang memang nyambung dengan saya, yaa biasanya sih yang spantaran lah..
Nah ternyata oh ternyata, di hari itu, temen makan siang saya yang biasanya lagi ga masuk kantor. Tapi saya terlalu gengsi untuk mengajak salah 1 teman yang lain (sebut saja X), karena dia pernah menolak ajakan saya kmarin2 atas alasan tertentu. Jadilah akhirnya saya mengajak teman yang lain sebut saja Y. Y sudah meng-iyakan ajakan saya. Tapi memang saya jarang janjian dengannya, dan kala itu dia cuma menjawab "ya ntar aja pas udah deket2 jam makan, biasanya spontan, ntar gw kabarin".
Ternyata oh ternyata lagi.. Waktu jam makan siang udah dekat, dan saya masih terjebak di dalam meeting yang lamaaaa (sampe saya keseeeelll banget dan sedih juga karna saya laper dan takut ga da temen buat makan siang *takut ditinggal si Y).
Meeting pun selesai dan saya buru2 ngintip ke tempat Y. Guess what? Beneran dia dah pergi "-__-
"S**t" saya bilang dalem ati.. "i knew it"
Akhirnya memang sudah dijalankan Tuhan, saya diajak makan oleh orang2 yang ikutan meeting, dan lebih bagusnya lagi, makannya di tempat makan yang saya suka, and even much better, DITRAKTIR!
Hurraaayy!!! hahahahaa...
Emang deh, Tuhanku tiada duanya.. Dia slalu tau apa yang terbaik buatku.. Dan slalu ada pelangi sehabis ujan :D
Masi banyak pengalaman yang menyadarkan saya tentang rencana2 indah Tuhan lainnya.. Tapi mungkin di lain waktu akan saya share
:)
Yang pada akhirnya (entah kapan) saya akan dengan sndirinya mengerti, "ya Tuhan, terima kasih karena pada waktu itu Engkau membiarkan ku melewati semua itu".
Contoh yang sangat2 sederhana saya alami baru2 ini (ini benar2 contoh kecil yang tidak ada apa2nya dibanding dengan kejadian besar lainnya yang pernah saya "rasakan" dari tanganNya):
Saya masih baru bekerja di kantor yang sekarang, dan saya belum terlalu memiliki banyak teman untuk bisa diajak makan siang bareng. Sebenernya masalahnya adalah,
1.Gengsi. Saya terlalu takut kalo ajakan saya ditolak orang. Saya pasti akan berpikir ribuan kali untuk kembali mengajak orang itu
2. Jaim. Saya paling peduli dengan pendapat orang. Jadi saya benar2 pilih2 soal teman makan ini. Saya maunya komunitas yang memang nyambung dengan saya, yaa biasanya sih yang spantaran lah..
Nah ternyata oh ternyata, di hari itu, temen makan siang saya yang biasanya lagi ga masuk kantor. Tapi saya terlalu gengsi untuk mengajak salah 1 teman yang lain (sebut saja X), karena dia pernah menolak ajakan saya kmarin2 atas alasan tertentu. Jadilah akhirnya saya mengajak teman yang lain sebut saja Y. Y sudah meng-iyakan ajakan saya. Tapi memang saya jarang janjian dengannya, dan kala itu dia cuma menjawab "ya ntar aja pas udah deket2 jam makan, biasanya spontan, ntar gw kabarin".
Ternyata oh ternyata lagi.. Waktu jam makan siang udah dekat, dan saya masih terjebak di dalam meeting yang lamaaaa (sampe saya keseeeelll banget dan sedih juga karna saya laper dan takut ga da temen buat makan siang *takut ditinggal si Y).
Meeting pun selesai dan saya buru2 ngintip ke tempat Y. Guess what? Beneran dia dah pergi "-__-
"S**t" saya bilang dalem ati.. "i knew it"
Akhirnya memang sudah dijalankan Tuhan, saya diajak makan oleh orang2 yang ikutan meeting, dan lebih bagusnya lagi, makannya di tempat makan yang saya suka, and even much better, DITRAKTIR!
Hurraaayy!!! hahahahaa...
Emang deh, Tuhanku tiada duanya.. Dia slalu tau apa yang terbaik buatku.. Dan slalu ada pelangi sehabis ujan :D
Masi banyak pengalaman yang menyadarkan saya tentang rencana2 indah Tuhan lainnya.. Tapi mungkin di lain waktu akan saya share
:)
Saturday, March 12, 2011
Ketika Sampai ke Tahap Ini..
banyak pikiran yang melanda otak saya.. Saya sangaatt bersyukur atas apa yang Tuhan berikan pada saya sampai saat ini. Sebut saja ketika SMA, saya tidak pernah benar2 kepikiran bakal masuk perguruan tinggi yang "keren" sperti almamater saya itu (agak sedikit narsis jadinya :p ). Selama kuliah juga kalau liat kakak2 kelas yang udah pada kerja di perusahaan A, B, kok ya keren amaat.. Nanti saya gimana ya? Jangankan kerja, ada senior KP/TA di suatu perusahaan besar aja saya udah mupeng/takjub/ngarep dan sgalanya (u name it lah).
Pada dasarnya saya bukan seseorang yang benar2 punya rencana dalam hidup. Saya hanya punya mimpi yang kadang sekedar lewat dalam kepala saya sambil berkata "kayaknya asik yah kalo begini.." atau, "hem..someday lah saya begitu, masa ga bisa sih?" atau "eh kalo bisa begitu kayaknya keren banget deh".
Hingga sampai detik ini ketika akhirnya hidup saya mencapai suatu fase yang kadang bikin orang berkomentar ,"enak banget hidup lo" saya masih juga mikir, "well.. apa sebenarnya yang saya cari dalam hidup ini?"
Mimpi2 yang sedikit demi sedikit saya tapaki ini akhirnya membawa saya pada suatu keadaaan yang membuat pikiran semakin luas, melihat kehidupan orang lain dari tingkat yang rendah hingga yang begitu tinggi yang membuat saya (lagi2) berpikir, "apa tujuan hidup orang2 itu?"
Haaah.. memang yang namanya pikiran itu udah absolut, ga bisa diatur maunya mikir apa.. Dan detik ini saya sedang galau dibalik nasib baik saya akhir2 ini. Seperti ada hal yang kurang yang sedang saya cari, namun yang kemudian muncul adalah pikiran, "apakah betul kalau hal itu saya temukan, lalu pencarian saya berakhir? atau masi adakah hal2 lain yang menjadi ekspektasi2 baru saya di kemudian hari?"
Manusia,, memang tidak pernah puas
Baruu!!
Setelah beberapa lama berkutat dengan blogging di tumblr, saya memutuskan untuk kembali mempunyai blog yang lebih private (ngga langsung masuk ke dashboard follower). Sebelumnya sudah punya juga di wordpress, tapi ujung2nya diapus juga.. Dan akhir2 ini ada banyaaakkk hal yang pengen saya tulis, tapi kalo nulisnya di tumblr jadi rada2 "sungkan", takutnya postingannya bikin orang mikir "apaaa dehhh". Nah kalo bikinnya di situs blog begini kan, yang baca emang pengen bacaa.. hehehe *terlalu banyak mikir hal2 kecil deh si sayah*.
Intinya juga saya pengen kembali keep in touch dengan blog2 lainnya yang sering saya bukain juga buat baca2.. Smoga ke depannya blog saya ini juga bisa jadi bacaan yang menarik, atau mungkin menjadi inspirasi? huahaha geerrr...
Yuk ah, happy blogging! ;)
Intinya juga saya pengen kembali keep in touch dengan blog2 lainnya yang sering saya bukain juga buat baca2.. Smoga ke depannya blog saya ini juga bisa jadi bacaan yang menarik, atau mungkin menjadi inspirasi? huahaha geerrr...
Yuk ah, happy blogging! ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)
